25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polda Aceh: Kapolsek Terlibat Illegal Logging Terancam Dua Hukuman

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 13 September 2017 16:20 WIB

Kapolsek Beutong Iptu WA (membelakangi kamera) diamankan pihak Polres Nagan Raya terkait kasus dugaan penebangan liar. @DOK. PORTALSATU.COM/RISKI BINTANG
Kapolsek Beutong Iptu WA (membelakangi kamera) diamankan pihak Polres Nagan Raya terkait kasus dugaan penebangan liar. @DOK. PORTALSATU.COM/RISKI BINTANG

BANDA ACEH - Kapolsek Beutong berinisial Iptu WA yang diamankan tim Opsnal Polres Nagan Raya lantaran diduga terlibat kasus penebangan liar (illegal logging), terancam dua hukuman yaitu pidana umum dan sanksi di internal Polri.

"Diproses sesuai mekanisme Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan dikenakan double dengan Kode Etik Profesi Polri," ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Goenawan dijumpai portalsatu.com, di Mapolda, Rabu, 13 September 2017.

Goenawan menjelaskan, tindakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemimpin Polri tentang implementasi kebijakan secara profesional, modern dan terpercaya. Oleh karena itu, kata dia, polisi tidak “pandang bulu” dan “timbang pilih” dalam penegakan hukum. 

"Artinya, kebijakan itu bukan hanya di mulut, tetapi betul-betul semua kinerja Polri ini berorientasi kepada kepercayaan masyarakat. Jadi, kalau masyarakat saja itu ditangkap saat melakukan illegal logging, polisi (yang terlibat) juga dibuktikan (diproses hukum)," jelasnya.

"Siapa yang terbukti melakukan illegal logging di wilayahnya atau di mana saja, maka polisi akan menegakkan hukum dengan tegas. Ini dibuktikan Kapolres Nagan Raya dengan menangkap langsung Kapolsek Beutong Iptu WA atas laporan masyarakat yang melihat bahwa di sekitar rumah Kapolsek Beutong itu banyak tumpukan kayu yang diduga didapat secara ilegal," kata Goenawan.

Goenawan menyebutkan, saat ini Iptu WA masih diamankan di Mapolres Nagan Raya untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Jika terbukti bersalah berdasarkan hasil persidangan nantinya, maka dua sanksi (hukuman) akan dikenakan kepada pelaku.

"Apakah dia bekerja sendiri atau bersama orang lain dan dia hanya mengumpul hasil secara ilegal itu, ini masih dalam proses pemeriksaan," kata Goenawan. "Sanksi tindak pidana itu pasti, Kode Etik Profesi Polri pasti," ujar Kabid Humas Polda itu.

Goenawan berharap, kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua warga khususnya anggota Polri karena illegal logging dapat merugikan semua pihak.

"Kalau memenuhi unsur seorang perwira melakukan perbuatan (pelanggaran hukum) tersebut, dan itu menjadi contoh bagi yang lain serta bagi masyarakat yang berkecimpung di lingkungan illegal logging yang akan menyengsarakan masyarakat," katanya.

"Dengan ditebang pohon itu, maka akan berakibat banjir besar dan merusak lingkungan, lalu masyarakat menjadi korban," ujar Goenawan.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.