18 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polda Aceh Tangkap Tersangka Penjual Satwa Dilindungi di Batu Hitam

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 20 July 2017 13:10 WIB

@M. Saifullah/portalsatu.com
@M. Saifullah/portalsatu.com

BANDA ACEH - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit. Reskrimsus) Polda Aceh menangkap seorang tersangka pembeli dan penjual satwa yang dilindungi negara, Rabu, 12 Juli 2017 lalu, di Desa Batu Hitam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Direktur Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Armensyah Thay mengatakan, setelah banyak menerima laporan bahwa di Aceh Selatan ada oknum yang melakukan transaksi hewan dilindungi. Tim Subdit IV Dit. Reskrimsus melakukan penyamaran dengan berpura-pura membeli sisik tringgiling dan jenis satwa lainnya.

“Kemudian atas informasi tersebut, personel langsung melakukan penyelidikan, dan setelah dilakukan pengecekan, ternyata pelaku memang melakukan usaha tersebut. Setelah tiba di rumah pelaku, personel langsung melakukan penangkapan serta mengamankan barang bukti,” kata Armensyah didampingi Kasubdit PID Humas Polda Aceh AKBP. Sulaiman, Kasubdit IV Tipiter Dit. Reskrim AKBP Erwen, dan Kepala BKSDA Sapto Aji, dalam konferensi pers, di Mapolda Aceh, Kamis, 20 Juli 2017.

Tersangka berinsial A (53 tahun), petani dan tinggal di Desa Gunung Kerambi, Kecamatan Tapaktuan, diamankan beserta barang bukti sisik tringgiling 4 kilogram, lidah tringgiling 29 biji, 1 tanduk rusa, 2 janin rusa yang telah diawetkan, 1 timbangan warna merah, 1 timbangan rwarna kuning, dan 1 benda yang merupakan cula badak.

“Pelaku mendapatkan tringgiling dengan cara membeli dari masyarakat, yaitu jika ada masyarakat yang mendapatkan tringgiling, maka mereka akan menghubungi pelaku,” jelas Armensyah.

Tringgiling yang sudah dibeli tersangka, kata Armensyah, nantinya akan diambil sisik dan lidahnya. Harga sisik tringgiling diperkirakan dijual Rp2juta – Rp4juta perkilogram.

“Jika tringgiling sudah mati maka pelaku tinggal mengambil kulit serta lidahnya. Jika tringgiling masih hidup, maka pelaku harus membunuh tringgiling tersebut terlebih dahulu,” katanya. “Sisik dan lidah kemudian pelaku jemur, sedangkan daging sebagian dimakan dan setelah sisik kering baru pelaku jual,” katanya lagi.

Barang bukti lain yang ditemukan seperti rusa dan cula badak, kata Armensyah, tersangka hanya sebagai penjual.

Akibat perbuatannya itu, tersangka akan dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat 2 huruf A, B, dan D Undang-Undang RI No. 5 tahun 1990 Jo Pasal 55, 56 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara.

Kasus ini akan terus dikembangkan Dit. Reskrimsus Polda Aceh. “Ini akan berkembang. Siapa pelakunya yang dia tampung. Ke mana dia bawa keluar, siapa-siapa, dan sudah berapa kali. Ini tidak bisa saya sampaikan dahulu, karena ini masih sifat penyelidikan,” kata Armensyah.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.