20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Aceh Utara
Polisi Kirim SPDP 7 Tersangka Kasus Pidana Pemilu ke Jaksa

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 08 May 2019 23:15 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

LHOKSUKON - Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Polres Aceh Utara telah memeriksa empat dari tujuh tersangka kasus pidana pemilu di Kecamatan Baktiya. Meski tiga tersangka lainnya belum diperiksa, penyidik telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus itu ke Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Rabu, 8 Mei 2019.

“Hari ini kita menyerahkan pemberitahuan SPDP ke jaksa. Sejauh ini, empat tersangka sudah diperiksa, yaitu IA, MN, MR dan ZA. Tersangka MS dan AM tidak hadir karena sakit, sementara MZ tidak diketahui keterangannya (alasan tidak hadir) karena tidak ada pemberitahuan. Ketujuh tersangka itu merupakan saksi dari partai politik nasional, partai politik lokal dan satu di antaranya Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS),” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardi, melalui Tim Gakkumdu dipimpin Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah saat ditemui portalsatu.com, Rabu siang.

Terkait tiga tersangka yang tidak hadir, kata Rezki, pihaknya telah melayangkan kembali surat panggilan susulan. “Ini sudah kita panggil lagi dengan surat panggilan resmi. Apabila mereka kembali tidak hadir, maka akan kita lakukan penjemputan ke tempat masing-masing. SPDP yang kita serahkan ke jaksa untuk tujuh tersangka. Jadi, meski pun tiga di antaranya belum memberikan keterangan, inabsensia tetap berlaku,” kata Rezki.

Rezki menyebutkan, ketujuh tersangka merupakan warga Kecamatan Baktiya. Enam di antaranya warga Gampong Matang Ulim, yaitu, MN, MR, ZA, AM, MS dan MZ. Sedangkan IA warga Gampong Pucok Alue.

“Kasus itu merupakan temuan Panwascam Baktiya. Dari keterangan saksi, diketahuilah pembagian surat suara dari KPPS kepada enam saksi parpol nasional dan lokal itu terjadi ketika istirahat. Artinya, saat itu proses pemungutan suara sudah ditutup, mengingat sudah melewati jadwal yang ditentukan. Saat saksi dan panitia lainnya makan siang, KPPS membagikan surat suara yang belum digunakan kepada enam saksi yang kemudian dicoblos dan dimasukkan ke kotak suara. Masiing-masing saksi itu mendapatkan paket surat suara yang bervarariasi, antara satu hingga lima,” ungkap Rezki.

Saat para saksi tersebut sedang memasukkan surat suara ke kotak suara, kata Rezki, ada warga yang melihat dan protes hingga sempat terjadi keributan di TPS tersebut. “Saat itu ada saksi yang sudah sempat memasukkan surat suara ke kotak suara. Kasus ini sedang kita tangani, sudah kita kirim SPDP ke jaksa,” pungkas Iptu Rezki.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.