10 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polisi Tangkap Mantan Pj. Keuchik Tersangka Penggelapan Dana Desa Ratusan Juta

...

  • Fazil
  • 23 February 2020 16:20 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe menangkap mantan Pj. Keuchik Gampong Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, berinisial ILM berstatus PNS di Pemkot Lhokseumawe, terkait dugaan penggelapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2017 mencapai ratusan juta.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawa melalui Kasat Reskrim AKP Indra T. Herlambang didampingi Wakapolres Kompol Ahzan saat konferensi pers di Mapolres setempat, Ahad, 23 Februari 2020, mengatakan tersangka ILM ditangkap di kawasan Lhokseumawe, 7 Februari 2020. Penangkapan ILM, kata Indra, sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana desa di Matang Ulim, Kecamatan Samudera, dengan total anggaran Rp793.034.000 bersumber dari APBN tahun 2017.

Indra menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Utara Nomor: 141/95/2017 tanggal 25 Oktober 2017, telah dilakukan pencairan dana desa Rp793 juta lebih. Pencairan itu tujuh kali dari rekening Giro PKPKG Gampong Matang Ulim. Namun, kata dia, dari tujuh kali penarikan tersebut, empat kali penarikan dilakukan ILM dengan cara memalsukan tanda tangan bendahara gampong setempat pada tahun 2017.

Menurut Indra, penarikan dana desa oleh ILM dilakukan empat kali secara bertahap senilai Rp300 juta. Pencairan uang tersebut tidak diketahui bendahara dan uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi ILM. Sedangkan tiga kali penarikan lainnya dilakukan ILM dengan bendahara berinisial MIM sekitar Rp110.275.000. Sehingga dana desa yang dikuasai ILM Rp410.275.000.

“Dari jumlah uang itu, tersangka mengembalikan senilai Rp85 juta secara bertahap melalui sekretaris gampong berinisial BTR. Sehingga total dana desa itu digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka berjumlah Rp325.275.000. Akibatnya, pembangunan di Gampong Matang Ulim pada tahun 2017 banyak yang tidak terlaksana dan tak selesai,” kata Indra.

Indra menyebutkan, berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) terhadap pengelolaan dana desa di Gampong Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Aceh Utara Nomor: 02/IAU/LHA-PKKN/2019 tanggal 26 Maret 2019, yang dikeluarkan pihak Inspektorat Aceh Utara, kerugian negara senilai Rp361.480.000.

Menurut Indra, ILM menjadi Pj. Keuchik karena saat itu keuchik definitif sudah habis masa jabatannya. Untuk menunggu pemilihan keuchik, ILM diangkat sebagai Pj. ILM menjadi Pj. Keuchik di gampong itu selama 1,6 tahun. “Dan ketika itu bagaimana proses dia (tersangka) pengambilan dana desa di bank menunjukkan tanda tangan keuchik dan tanda tangan bendahara. Sehingga saat dilakukan penarikan uang itu empat kali dengan cara memalsukan tanda tangan bendaharanya tanpa diketahui oleh yang bersangkutan (bendahara)”.

"Selanjutnya (2017) tiga kali dilakukan penarikan uang tersebut dengan membawa bendaharanya langsung ke bank. Namun, uangnya itu semua dia (tersangka) yang ambil dan tidak diserahkan kepada bendahara. Tersangka hanya memberikan ke bendahara sebagian untuk pembayaran satu atau dua hal," ungkap Indra.

Indra mengatakan, saat penyidik melakukan penyidikan kasus itu sejak tahun 2018 lalu, tersangka melarikan diri ke Malaysia. ILM tinggal di sana bersama teman-temannya. Akhirnya, awal tahun 2020 ini tersangka ditangkap di kawasan Lhokseumawe ketika sudah kembali ke Aceh. Kini tersangka diamankan di Polres Lhokseumawe guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Menurut Indra, pengakuan tersangka uang tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi. “Jadi, tersangka menggunakan dana desa itu sedikit-sedikit sampai akhirnya habis. Setelah uang itu habis baru tersangka memutuskan untuk kembali ke Aceh dari Malaysia. Uang itu dihabiskan ada yang di Indonesia dan juga Malaysia”.

"Kami juga akan melakukan audit terkait dengan dana desa tersebut larinya (dimanfaatkan) kemana saja, tersangka menyimpan di rekening mana, kemana dia transfer dan kemana saja digunakan itu akan kami lakukan penulusuran lebih jauh," tegas Indra.

Indra menambahkkan, akibat perbuatannya tersangka ILM dijerat Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Apakah ada tersangka lain, untuk sementara ini akan kami selesaikan dulu penyidikan terhadap tersangka (ILM)," kata Indra.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.