26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polisi Tangkap PNS dan Honorer Terlibat Pencurian Obat di Gudang Dinkes Aceh Utara

...

  • Fazil
  • 15 November 2018 13:45 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Polisi menangkap seorang tersangka pencurian obat-obatan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, di Gampong Mongeudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis, 8 November 2018 lalu. Polisi juga meringkus seorang tersangka penadah obat-obatan hasil curian tersebut.

Kedua tersangka itu berinisial RU (43), PNS beralamat di Gampong Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, selaku sopir mobil box Gudang Farmasi Dinkes Aceh Utara, dan RUS (28), pegawai honorer berdomisili di Gampong Geudubak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, sebagai sopir mobil ambulans Puskesmas Langkahan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo Wibowo dalam konferensi pers di Mapolsek setempat, Kamis, 15 November 2018, mengatakan, penangkapan kedua tersangka itu berawal dari laporan salah seorang petugas di Dinkes Aceh Utara bahwa RU merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertugas sebagai sopir mobil box Gudang Farmasi sekaligus petugas gudang itu, telah melakukan pencurian obat-obatan terdiri dari 54 kardus obat jenis amoxxillin trihydrate caplet 500 MG, setiap kardusnya berisi 60 kotak, dan setiap kotak berisikan 10 papan senilai Rp81.346.728.

"Saat tersangka RU melakukan aksi tersebut menggunakan kunci gudang yang dicurinya di dalam ruangan kantor, sedangkan kunci kantor memang dipegang oleh tersangka," kata Arief Sukmo Wibowo.

Menurut Arief, tersangka RU menjual obat-obatan tersebut kepada penadah yaitu tersangka RUS yang merupakan tenaga honorer Puskesmas Langkahan, Aceh Utara, bertugas sebagai sopir mobil ambulans Puskesmas setempat.

Tersangka RU, kata Arief, ditangkap di Gampong Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis, 8 November 2018. Sedangkan tersangka RUS ditangkap pada hari yang sama di kawasan Pantonlabu, Aceh Utara. Saat ini keduanya telah diamankan di Mapolsek Banda Sakti untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Akibat perbuatannya itu, tersangka RU dikenakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Tersangka RUS dijerat menggunakan Pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat atau penadah dengan ancaman hukuman empat tahun penjara," ungkap Arief.

Sementara barang bukti diamanakan, lanjut Arief, satu mobil barang (box) merk KIA BL 8023 A milik Dinkes Aceh Utara, satu mobil ambulans Puskesmas Langkahan merk Mitsubishi Triton BL 1080 EQ. Selain itu, satu handphone merk Oppo F5 warna gold, uang senilai Rp17.640.000, tiga kunci dan dua gembok.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.