23 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polisi Tangkap Tersangka Pembuat dan Pengedar Pil Sejenis Ekstasi di Aceh Utara

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 12 February 2018 21:10 WIB

@Sirajul Munir
@Sirajul Munir

LHOKSEUMAWE - Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus pembuatan pil sejenis ekstasi di Aceh Utara. Selain menangkap empat tersangka, polisi juga menyita 128 butir pil hijau yang diduga mengandung narkoba jenis sabu dan ganja serta peralatan untuk meracik obat terlarang tersebut.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kasatres  Narkoba, Iptu Zeska Julian Wijaya, Senin, 12 Februari 2018, mengatakan, petugas berhasil menangkap SA 59 tahun di rumahnya di Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Rabu, 7 Februari 2018, sekitar pukul 11.00 WIB.

“Di rumah tersangka SA kita sita pil hijau sebanyak 107 butir, sejumlah peralatan untuk meracik pil, ada obat paracetamol dan ganja yang diakui tersangka sebagai bahan utama membuat pil hijau,” kata Zeska saat konferensi pers di Ruangan Humas Polres, dihadiri Kabag Sumda Polres Lhokseumawe Kompol Suharmadi.

Zeska menjelaskan, SA ditangkap berdasarkan pengembangan dari tiga tersangka lainnya, yaitu Jm, 33 tahun, warga Gampong Blang Cut, MR, 22 tahun, warga Keude Jungka Gajah, dan MH, 21 tahun, warga Gampong Baroh Kuta Bate, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.

Ketiganya ditangkap pada hari sama sebelum diciduknya SA. Ketiga tersangka itu, kata Zeska, berstatus sebagai pengedar. Awalnya ditangkap MR dan MH di kawasan Keude Bayu, Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

“Saat itu keduanya sedang transaksi pil hijau. Petugas menyita 21 butir pil hijau dari RM dan MH. Saat diintrogasi keduanya mengaku mendapatkan barang haram itu dari tersangka Jm di Jungka Gajah, sehingga petugas bergerak cepat menangkap Jm di rumahnya. Berdasarkan pengakuan Jm akhirnya kita ketahui bahwa ada yang memproduksi pil hijau yang mengandung bahan-bahan terlarang yaitu SA,” kata Zeska.

Jadi, kata Zeska, total pil hijau yang disita dari tersangka sebanyak 128 butir, sisa ganja, sejumlah perangkat pres pil, satu botol pil paracetamol, satu botol  cairan yang mengandung alkohol 70 persen dan satu paket kecil sabu.

Diedarkan ke lokasi karaoke

Menurut Zeska, hasil pemeriksaan SA mengaku, mendapat ide membuat pil hijau yang diakuinya bisa memabukkan itu dari penjelasan saudaranya, seorang dokter penyakit jiwa. Saat ini saudara tersangka tersebut sudah meninggal dunia.

SA, kata Zeska, mengaku juga membaca sebuah buku tentang bahaya narkoba. Walau tidak menjelaskan tentang tata cara meracik pil narkoba, tapi dalam buku itu disebutkan bahan-bahan yang memabukkan yang mudah didapatkan. SA mengaku sudah membuat pil itu sejak Desember 2017, dijual Rp50 ribu per butir dan diracik jika ada yang pesan.

“Pengakuan SA membuat pil setelah ada pesanan, tapi ada indikasi yang kita dapatkan bahwa barang haram ini juga diedarkan ke sejumlah tempat karaoke di Lhokseumawe. Untuk bahan obatan-obatan itu tersangka SA sudah menghabiskan modal uang sebesar Rp1,5 juta, sedangkan peralatan dirakit sendiri,” kata Zeska.

Zeska mengatakan, untuk mengetahui detail kandungan dari pil hijau sejenis ekstasi itu, pihaknya akan meminta bantuan pihak laboratorium.

Usai konferensi pers itu, petugas kepolisian tidak mengizinkan wartawan mewancarai tersangka. Namun portalsatu.com sempat mewawancara tersangka SA saat hendak dikeluarkan petugas dari Ruangan Humas Polres Lhokseumawe. “Nyan but pura-pura, hanya meutume sapeu (itu pekerjaan pura-pura, saya tidak mendapatkan apa-apa),” ujar SA.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.