19 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polisi Terima Laporan Pemukulan Pedagang Ikan

...

  • SUDIRMAN
  • 15 May 2019 16:25 WIB

Demo pedagang ikan. Foto: Sudirman/portalsatu.com
Demo pedagang ikan. Foto: Sudirman/portalsatu.com

SUBULUSSALAM - Kapolsek Simpang Kiri, Kota Subulussalam, mengaku telah menerima laporan atas dugaan penganiayaan terhadap pedagang ikan dari Bakongan, Aceh Selatan.

"Korban hari ini kami terima laporan polisinya. Untuk korban pemukulan hari ini baru satu LP yang kita terima," kata Kapolsek Simpang Kiri Iptu RJ. Agung Partomo dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Simpang Kiri, Rabu, 15 Mei 2019.

Ia menjelaskan laporan itu terkait pelanggaran diatur dalam pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan. Kapolsek  Agung Partomo menegaskan proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara profesional. 

Agung menyebutkan, kenapa kasus ini baru ditindaklanjuti sekarang, karena sebelumnya korban tidak membuat laporan kepada polisi, hanya masalah ganti rugi ikan setelah diobrak abrik dalam insiden yang terjadi , Selasa, 14 Mei kemarin.

Kapolsek Simpang Kiri menambahkan saat ini kondisi sudah kondusif. Ia berharap semua pihak, khususnya para pedagang ikan dapat menahan diri jangan sampai insiden ini terulang kembali.

"Imbauan kepada pedagang ikan untuk menahan diri, jangan sampai ini terulang kembali, kita sama-sama cari rezeki," ungkap Kapolsek Simpang Kiri.

Diberitakan sebelumnya, seratusan pedagang ikan dari Aceh Selatan melakukan aksi unjuk rasa memprotes insiden pemukulan yang dialami sejumlah pedagang iklan dari Bakongan di Jalan Teuku Umar, Kota Subulussalam, Selasa, 14 Mei 2019 kemarin.

Amatan portalsatu.com, Rabu, 15 Mei 2019 seratusan massa penjual ikan dari Aceh Selatan datang ke Subulussalam menggunakan armada berbagai jenis seperti truk colt diesel, pickup L300 dan sejumlah mobil jenis minibus avanza.

Setibanya di Desa Tangga Besi tepatnya di depan kantor Polres Subulussalam persiapan, aksi massa ini dihentikan aparat kepolisian yang sudah standby di lokasi.

Massa yang sebelumnya berencana menjumpai pedagang ikan di pasar tradisional Subulussalam, akhir terhenti di kantor Polres persiapan. Sempat terjadi ketegangan antara massa dengan petugas kepolisian saat massa ingin menerobos dengan berjalan kaki ingin menuju pajak ikan.

Sejumlah pihak kepolisian terlihat berupaya membendung aksi massa agar tidak sampai ke pajak ikan. Setelah terjadi negosiasi, akhirnya pedagang ikan kembali ke halaman kantor Polres. 

Sejumlah perwakilan massa penjual ikan dari Aceh Selatan menggelar pertemuan bersama Dandim Aceh Singkil Letkol Inf Winarko S Ag, Kabag Ops Polres Aceh Singkil AKP Erwin, Camat Simpang Kiri Abdurrahmansyah, Polsek Simpang Kiri Iptu T J Agung Partomo dan Sekretaris Disperindagtamkop di kantor Polres Subulussalam persiapan .

Dalam pertemuan itu, perwakilan pedagang meminta pelaku pemukulan pedagang ikan dari Bakongan agar diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Kabag Ops Polres Aceh Singkil meminta korban pemukulan supaya membuat laporan ke Polsek Simpang Kiri.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.