21 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polisi Ungkap Kejahatan Asusila Terhadap Anak di Aceh Barat

...

  • Rino
  • 07 July 2018 09:00 WIB

Ilustrasi. @Republika/Mardiah
Ilustrasi. @Republika/Mardiah

MEULABOH - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, kembali mengungkap kejahatan asusila terhadap anak di kabupaten itu. Polisi mengamankan M (31), pelaku pencabulan dengan korban tiga orang anak.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kaur BIN Ops Reskrim, Ipda P Panggabean, mengatakan, para korban, masing-masing berumur 6 dan 7 tahun. 

"Dua berumur 6 tahun dan satu lagi berumur 7 tahun," sebut Panggabean, kepada awak media, di Mapolres setempat, Jum'at, 7 Juli 2018.

Panggabean menambahkan, modus pelaku, menakuti-nakuti korban dengan mengatakan bahwa ada pacat di kelamin korban. “Mendengar itu anak-anak kan jadi takut. Kemudian pelaku membuka celana korban,” ujarnya. "Saat itulah pelaku meraba kemaluan korban, sembari masturbasi," imbuhnya.

Pelaku mengaku melakukan tindakan cabulnya terhadap tiga orang anak. Dua korban dicabuli pada hari yang sama, yakni 25 Juni 2018. Satu pada 27 Juni 2018.

Menurut Panggabean, pelaku M mudah melancarkan aksinya disebabkan orang tua korban sering memakai jasa pelaku untuk memperbaiki rumah mereka. Pelaku warga Kecamatan Johan Pahlawan ini, dan seorang pekerja serabutan. 

Perbuatannya terbongkar ketika salah seorang korban mengadukan perbuatan M kepada orangtuanya. Mendapat laporan tersebut, orang tua korban melaporkan pelaku ke Polres setempat. Dari hasil laporan tersebut, polisi menindak pelaku.

Pelaku terancam hukuman 90 kali cambuk atau 90 bulan penjara dan denda 900 gram emas murni, sesuai dengan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang jinayah. 

Sebagai catatan, Rabu, 4 Juli 2018, lalu, Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, juga mengamankan seorang pria berinisial AR (26), tersangka pencabulan anak.

Korban, berumur 6 tahun, warga Kecamatan Meureubo. Sementara pelaku menetap di Kecamatan Johan Pahlawan. Perbuatan bejat pelaku dilakukan di rumah korban.

Menurut catatan Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di kabupaten itu mengalami peningkatan signifikan di tahun 2018, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sejak Januari hingga minggu pertama Juli 2018, polisi mencatat, telah terjadi 10 kasus pencabulan anak. Sementara, pada 2017, hanya terjadi 6 kasus.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kaur BIN Ops Reskrim, Ipda P Panggabean, menyebutkan, sepuluh kasus yang terjadi pada tahun 2018, tersebar di beberapa kecamatan di Aceh Barat. Kecamatan Meureubo 4 kasus, Johan Pahlawan 2 kasus, Samatiga dan kecamatan lainnya masing-masing satu kasus.

Menurut Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Barat, Diah Pratiwi, S.Psi., meningkatnya jumlah kasus kejahatan asusila terhadap anak di Aceh Barat, disebabkan semakin banyak orangtua yang sadar untuk melaporkan kasus pencabulan yang menimpa anak mereka kepada pihak yang berwajib.

"Dulu masih banyak yang menganggap tabu untuk dilaporkan. Dianggap aib, terlebih jika pelakunya adalah keluarga sendiri. Kalau banyak kasus yang terdeteksi sama kita, yang mesti kita desak dulu orangtuanya untuk melapor," kata Diah, Jum'at sore.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.