13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


PPK Meurah Mulia dan Bayu Serahkan Bantuan untuk Bayi Kelainan Usus

...

  • Fazil
  • 06 November 2018 16:00 WIB

PPK Meurah Mulia dan Syamtalira Bayu bantu bayi kelainan usus. @Fazil/portalsatu.com
PPK Meurah Mulia dan Syamtalira Bayu bantu bayi kelainan usus. @Fazil/portalsatu.com

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Meurah Mulia dan PPK Syamtalira Bayu, menyerahkan bantuan kepada orangtua Muhammad Razid (11 bulan), bayi penderita kelainan usus dan anus sejak lahir, yang tinggal di Gampong Ujong Kuta Bate, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Selasa, 6 November 2018.

Bantuan dana itu merupakan inisiatif pihak PPK dan PPS dari dua kecamatan tersebut, dalam gerakan peduli sosial untuk masyarakat kurang mampu. Penyerahan sejumlah uang tunai itu dilakukan anggota PPK Meurah Mulia, Zulfadhli, S.HI., Murdani, dan Ketua PPK Syamtalira Bayu, M. Zubir, S.E., yang ikut hadir puluhan anggota PPK lainnya.

Selama ini, bayi itu sudah dua kali menjalani operasi akibat sakit yang dideritanya. Di bagian perut bayi tersebut tampak menjulang keluar yang dibalut dengan plastik pembungkus usus khusus yang harus diganti setiap dua hari sekali.

"Selama ini saya kesulitan biaya untuk memenuhi kebutuhan Razid, karena membutuhkan plastik pembungkus usus itu dua hari sekali. Perkantong atau plastik itu berkisar Rp52 ribu, sedangkan penjepit di bagian bawah kantong (plastik) usus itu Rp49 ribu. Penjepit dimaksud bahwa saat dia (Razid) membuang air besar supaya tidak tumpah keluar, artinya antara plastik usus dan penjepit itu harus kita beli secara terpisah yang dijual di apotik," kata Cut Ubit, ibu Razid, kepada portalsatu.com, Senin, siang.

Cut Ubit menyebutkan, anaknya (Razid) memang mengalami kelainan usus sejak lahir. Ia mengetahui kondisi Razid seperti itu ketika usia baru empat hari setelah melahirkan. 

"Karena selama empat hari itu tampaknya anak saya ini tidak bisa membuang air besar dan kemudian perutnya mulai mengembung, itu pertama dialami pada Desember 2017 lalu. Kemudian, pihak keluarga membawa dia (Razid) untuk dirujuk ke RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe. Namun hanya satu hari saja sempat dirawat di sana, setelah itu dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh, untuk menjalani operasi dan dirawat selama satu bulan," ujar Cut.

Cut menambahkan, untuk proses pengobatannya itu menggunakan BPJS dan biaya operasi gratis. Namun seiring berjalannya waktu ia bersama keluarga kembali membawa Razid ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) untuk melakukan operasi kedua kali pada usianya delapan bulan.Setelah dioperasi kini ususnya itu menonjol keluar harus dibungkus menggunakan plastik usus khusus.

"Jika tidak dioperasi maka tidak bisa membuang air besar karena anus (dubur) sudah tidak berfungsi. Memang kondisi anak saya ini sangat memperihatinkan, dan saya pun bersyukur selama ini ada sebagian masyarakat maupun dermawan yang menyerahkan bantuan. Razid masih memiliki ayah, dan saat ini berada di Banda Aceh bekerja sebagai kuli bangunan yang terkadang penghasilannya tidak menentu. Ayahnya juga berjuang untuk membiayai kebutuhan Razid. Tentu kita selaku masyarakat kurang mampu sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, ini semata untuk proses pengobatan Razid," ungkap Cut Ubit.

Cut menyebutkan, selama ini dirinya masih menempati rumah orangtuanya, karena belum memiliki rumah pribadi. Namun ia tetap semangat hidup untuk berupaya mengobati anaknya terlebih dahulu sampai sembuh. "Mudah-mudahan ada jalan terbaik," katanya.

Anggota PPK Meurah Mulia, Zulfadhli, mengungkapkan, pihaknya mengetahui adanya bayi yang mengalami kelainan usus dan anus di daerahnya itu melalui media sosial Facebook, karena sebelumnya ada yang mengunggah foto bayi (Razid) itu dengan kondisi sangat memperihatinkan. 

"Melihat kondisi yang demikian, sehingga kita langsung bergerak dan saling berkoordinasi dengan pihak PPK Syamyalira Bayu untuk mendatangi rumah bayi tersebut guna menyerahkan bantuan semampu kita. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk biaya kebutuhan anak ibu Cut Ubit tersebut," ungkap Zulfadhli.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.