13 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Prajurit Arhanud Rudal Tembakkan 240 Peluru Meriam di Aceh Utara

...

  • Fazil
  • 29 November 2019 14:30 WIB

122 prajurit TNI dari Detasemen Arhanud Rudal 001 melepaskan 240 peluru senjata berat jenis meriam  57mm TD-2000 B, di pesisir Pantai Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Kamis, 28 November 2019. @Fazil
122 prajurit TNI dari Detasemen Arhanud Rudal 001 melepaskan 240 peluru senjata berat jenis meriam 57mm TD-2000 B, di pesisir Pantai Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Kamis, 28 November 2019. @Fazil

ACEH UTARA - Sebanyak 122 prajurit TNI dari Detasemen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Rudal 001 melepaskan 240 peluru senjata berat jenis meriam  57mm TD-2000 B, di pesisir Pantai Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Kamis, 28 November 2019.

“Latihan menembak senjata berat ini menghabiskan amunisi meriam 240 butir dengan sasaran laut dan udara. Kita menggunakan sasaran yang bergambar pesawat dengan jarak dari bibir pantai ke laut sekitar 2 km sesuai dengan jarak tembak efektif. Sebenarnya bisa mencapai 6 km, tetapi ambil rata di tengah tersebut,” kata Komandan Detasemen Arhanud 001/CSBY, Mayor Arh. Fredy Jaguar, kepada wartawan, Kamis, sore.

Fredy Jaguar menambahkan, latihan ini digunakan alutsista TD-2000 B terintegrasi terdiri dari dua rudal FCV, tiga meriam 57mm/AA, satu FCDV-1 atau alat kendali tembak dan satu radar SR-74. Kata dia, ada perbedaan dengan tahun lalu (2018). Ketika itu hanya menguji meriam saja dengan mode manual. Sedangkan tahun ini (2019) dilaksanakan tiga fungsi yakitu mode manual, semi-otomatis dan otomatis.

“Jadi tidak murni mengandalkan kemampuan prajurit, tetapi menggunakan sistem yang lebih terintegrasi. Menghadapi pesawat udara yang semakin canggih tentunya kemampuan manusia untuk mengikuti sasaran dibandingkan dengan alat yang terintegrasi elektronik akan lebih cepat menggunakan alat tersebut, sehingga diperlukan latihan alutsista yang terkoneksi dengan elektronik itu,” ujar Fredy Jaguar.

Di samping itu, lanjut Fredy, sebelum dilaksanakan latihan itu pihaknya sudah jauh hari mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar dan unsur terkait. Diimbau sebelumnya bahwa selama pelaksanaan latihan menembak senjata berat sejak 25 hingga 29 November 2019 agar tidak ada yang menggunakan wilayah laut. Namun, saat kegiatan itu berlangsung ditemukan masih ada yang tidak mengindahkan larangan tersebut. Jadi, nelayan yang keluar masuk saat itu sangat berbahaya kondisi mereka, karena dikhawatirkan terkena pecahan dari amunisi meriam. Akan tetapi, latihan berjalan aman dan lancar.

“Untuk ke depan saya akan membuat inovasi dan kreativitas latihan lebih canggih lagi dihadapkan dengan ancaman serangan udara musuh, dan akan disiapkan prajurit yang lebih matang kembali,” ungkap Fredy Jaguar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.