22 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


PSI Perkenalkan Tim Juri Independen untuk Seleksi Bacaleg 2019

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 28 February 2018 20:00 WIB

@PORTALSATU.COM/Mhd Saiful
@PORTALSATU.COM/Mhd Saiful

BANDA ACEH -- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, membentuk tim juri independen untuk menyelesaikan bakal calon legislatif (bacaleg) di pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.

Tim juri yang dibentuk dari program PSI secara nasional mulai di tingkat pusat hingga kabupaten kota tersebut, diperkenalkan dalam konferensi pers, di Hotel Hermes, Banda Aceh, Rabu, 28 Februari 2018.

Ketua DPW PSI Aceh, Kamaruddin, mengatakan, hampir satu dekade terakhir citra partai politik di Indonesia sedang terpuruk, begitu juga di Aceh di mana tingkat kepercayaan publik yang sangat rendah terhadap partai politik dan termasuk lembaga legislatif.

"Kondisi ini tak bisa terus dibiarkan mesti ada tindakan mendasar yang mesti dilakukan oleh partai politik," katanya dalam konferensi pers tersebut.

Dia menyampaikan, PSI hadir untuk menjadi partai alternatif bagi masyarakat. Partai ini mengedepankan pola-pola meritokrasi, memberi peluang yang sama kepada mereka berprestasi untuk menempati jabatan publik di negeri ini. Oleh karena itu, adapun tim juri independen ini adalah pihak eksternal yang terdiri dari pakar, ahli, dan profesional dari berbagai latar belakang yang berbeda untuk memastikan proses seleksi dapat menghasilkan kandidat caleg yang berkualitas.

"PSI meyakini bahwa perbaikan sistem politik di Indonesia harus dimulai dari partai politik. Partai politik yang dapat memilih dan menempatkan orang-orang profesional, kompeten, dan bekerja untuk kepentingan rakyat," jelas Kamaruddin.

"Hal itu hanya dimungkinkan tiga partai politik menjalankan sistem rekrutmen dan seleksi yang transparan dengan kriteria penilaian yang jelas. Untuk itu, PSSI mengadakan rekrutmen terbuka untuk mencari calon anggota legislatif pada pemilihan umum 2019," jelasnya lagi.

Kamaruddin menambahkan, dengan melibatkan tim juri independen ini, PSI ingin membangun tradisi dan standar baru.

"Rekrutmen caleg dijalankan dengan profesional dan transparan. Kalau proses dan sistemnya diperbaiki, diharapkan kualitas anggota legislatif juga jauh lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen DPW PSI Aceh, Yuli Zuardi Rais, mengungkapkan mengenai pendaftaran bakal calon legislatif. Dia mengatakan bahwa pendaftaran gelombang kedua ini telah dibuka sejak 20 Februari hingga 30 Maret 2018 ke depan.

"Lalu pertengahan April 2018 akan ada tiga tahapan proses evaluasi yaitu evaluasi dokumen, evaluasi kompetensi, dan evaluasi sosialisasi," ungkap Yuli.

"Semua proses pendaftaran caleg PSI dilakukan secara terbuka dan tanpa dipungut biaya. Tim juri akan melakukan wawancara untuk menguji kapabilitas dan profesionalitas masing-masing bacalah ke atas tahapan evaluasi dokumen," kata dia.

Tahap akhir bacaleg juga diuji dengan melakukan sosialisasi di daerah pemilihan dengan dua tujuan utama. Pertama, mendapatkan dukungan dari masyarakat di daerah pemilihan. Kedua, memahami permasalahan dan mengidentifikasi solusi untuk penyelesaian permasalahan di daerah pemilihan tersebut.

Jika tiga tahapan ini berhasil dilalui maka PSI akan mengeluarkan keputusan bacaleg yang lolos seleksi tahapan evaluasi sosialisasi. PSSI akan mengirimkan daftar caleg PSI yang akan diusung pada kompetisi pemilu legislatif 2019 mendatang.

"Kami berharap dengan pola rekrutmen caleg secara terbuka dan melibatkan tim juri independen ini, makin meningkatkan kualitas mereka yang duduk di legislatif nantinya. Semoga masyarakat juga semakin selektif menjatuhkan pilihannya," katanya.

Adapun para tim juri tersebut adalah Teuku Kamaruzzaman (tokoh perdamaian Aceh); Uzair (konsultan media); Muslahuddin Daud (praktisi ekonomi atau pertanian modern); Cut Farah Muthia (aktivitas perempuan); dan Monalisa Aurora (akademisi).[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.