23 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


PT PIM Gelar Simulasi Bencana Paparan Amonia

...

  • Fazil
  • 28 December 2018 15:00 WIB

@Fazil
@Fazil

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar simulasi penanganan bencana, kegiatan itu merupakan program wajib dan amanah bagi perusahaan untuk menghindari banyak korban bencana seperti paparan amonia dan kebakaran, yang digelar di kompleks pabrik PT PIM setempat, Kamis, 27 Desember 2018.

 

Kabag Humas Tanggap Darurat dan Budaya Aceh Humas PT PIM, Abdullah, mengatakan, simulasi itu bertujuan untuk karyawan PIM serta tim tanggap darurat supaya dapat terampil dalam menghindari paparan amonia. Karena simulasi penanganan bencana seperti ini sangat penting, diharapkan saat terkena paparan amonia baik di lingkungan pabrik maupun di masyarakat lingkungan sekitar perusahaan supaya tidak terjatuhnya korban.

 

Namun ada beberapa adegan yang dilakukan dalam simulasi tersebut, Abdullah menyebutkan, pertama tiban-tiba terjadi instrument failure yang mengakibatkan compressor 61-105-J trip (langsung dilakukan perbaikan), kemudian operator lapangan Bag amonia satu langsung menghidupkan scrubber 54-2008-E, menutup blokck valve vapor interkoneksi amonia storage 1-2 dan menjalankan package refrigarant unit 54-GC-2001.

 

Selain itu, lanjut Abdullah, juga pada saat package fefrigerant unit 54-GC-2001 vekerja tiba-tiba oli temperature TAHH (279) diatas 60°C yang mengakibatkan package fefrigerant unit 54-GC-2001 trip. Sehingga operator satu langsung menyiram air ke cooler oil untuk membantu pendinginan, dan juga sejumlah adegan lainnya dalam melakukan penanganan bencana tersebut.

 

Sementara itu, Suverpisor Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) PT PIM, Usman, mengungkapkan, simulasi itu dilakukan untuk menguji kesipsiagaan seluruh komponen yang terlibat, baik peralatan dari K3LH, Humas, Keamanan, Biro Umum, Tim Emergency dan Rumah Sakit. Pada saat inilah diuji untuk siap pada kondisi darurat yang sebenarnya.

 

"Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik dan ikut partisipasi dari seluruh karyawan baik di pabrik (PIM) maupun perkantoran, Muspika Dewantara, Geuchik, serta masyarakat desa di lingkungan perusahaan PIM," kata Usman, kepada para wartawan, Kamis.

 

Usman menambahkan, PT PIM melakukan simulasi serupa setiap tahun, untuk melatih kesiapsiagaan dalam kondisi darurat apapun. Ini merupakan salah satu bentuk memberi edukasi baik kepada masyarakat sekitar maupun bagi karyawan PIM itu sendiri, bagaimana mengatasi masalah apabila terjadi sesuatu. Kata dia, setiap simulasi itu dilakukan masyarakat di lingkungan perusahaan selalu dilibatkan dalam upaya penanganan bencana dimaksud.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.