22 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Putin: Turki Berhak Pilih Pesawat Militernya

...

  • ANADOLU AGENCY
  • 26 May 2018 19:41 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin. @Anadolu Agency
Presiden Rusia Vladimir Putin. @Anadolu Agency

Sebagai anggota NATO, Turki memutuskan membeli yang terbaik dari kelasnya dengan rudal S-400, kata pemimpin Rusia itu

ST. PETERSBURGPresiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Jumat, bahwa Turki berhak memilih pesawat militer sendiri. 

Sebagai anggota NATO, Turki memutuskan membeli yang terbaik di kelasnya, seperti membeli rudal pertahanan S-400 Rusia, kata Putin.

Hal itu dikatakan Putin di tengah kesepakatan Turki untuk membeli sistem pertahanan rudal dari Rusia. 

Pada Jumat, Putin menggelar pertemuan dengan para pejabat kantor berita global terkemuka, termasuk Anadolu Agency Turki, sebagai bagian dari Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg.

Pemimpin Redaksi Anadolu Agency, Metin Mutanoglu, juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Turki dan Rusia sepakat mempercepat pengiriman tahap pertama S-400 ke Turki pada akhir 2019 atau awal 2020. 

S-400 adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh Rusia yang tercanggih. S-400 dapat membawa tiga jenis rudal yang mampu menghancurkan target, termasuk rudal balistik dan jelajah.

Putin mengatakan Rusia telah mengirim senjata ke negara-negara anggota NATO lainnya, terutama Yunani dengan sistem pendahulu S-400, yakni S-300.

Putin menilai pihak-pihak yang mengkritik Turki membeli sistem S-400 telah berlaku tidak adil. 

Kata Putin, dia telah berdiskusi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tentang kemungkinan produksi industri pertahanan bersama. 

'F-35 jet tidak terkait dengan kesepakatan Rusia'

Pada Maret, Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli mengatakan pembelian jet F-35 AS tidak terkait dengan kesepakatan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

“Turki ikut serta ke proyek F-35 bertahun-tahun yang lalu, dan pengiriman akan dimulai di tahun-tahun mendatang. Itu tidak terkait dengan pembelian S-400, "kata Canikli.

Pada Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengecam langkah yang dilakukan oleh Kongres AS untuk membatalkan kesepakatan F-35. 

Hami Aksoy mengatakan, “Kami telah memenuhi tanggung jawab kami dalam program F-35. Tanggung jawab setiap orang telah dipastikan dalam kerangka kesepakatan yang ditandatangani dan kami mengharapkannya tercapai.”

Pada tahun 2014, Turki memesan dua jet F-35 sebagai bagian untuk membentuk armada 100 pesawat F-35A yang akan dioperasikan pada 2019. 

Pengiriman pertama F-35 ke Turki dijadwalkan pada 21 Juni.[]Sumber:anadolu agency

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.