13 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Rancangan KUPA-PPASP Lhokseumawe 2019: Pendapatan Rp921 Miliar dan Belanja Rp947 M

...

  • PORTALSATU
  • 20 August 2019 17:30 WIB

Ilustrasi anggaran (Foto: Istimewa)
Ilustrasi anggaran (Foto: Istimewa)

LHOKSEUMAWE – Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, sudah menyampaikan Rancangan KUPA-PPASP Tahun 2019 dalam rapat paripurna DPRK, 16 Agustus lalu. Pagu pendapatan dan belanja dalam Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBK (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan atau PPASP 2019 Rp921,102 miliar lebih dan Rp947,061 miliar lebih.

Rapat paripurna penyampaian Rancangan KUPA-PPASP 2019 tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRK, Suryadi, didampingi Wakil Ketua II, T. Sofianus.    

Dilihat portalsatu.com, 20 Agustus 2019, berdasarkan teks pidato pengantar yang dibacakan Wakil Wali Kota Yusuf Muhammad, menyebutkan Rancangan KUPA dan PPASP 2019 diajukan guna mendapat pembahasan oleh Badan Anggaran Dewan. “Dan diharapkan insya Allah dalam waktu yang relatif singkat kita dapat menyepakatinya”.

Dalam Rancangan KUPA dan PPASP 2019 tersebut pendapatan menjadi Rp921,102 miliar lebih (sebelumnya pendapatan APBK murni Rp905,377 miliar lebih). Belanja menjadi Rp947,061 miliar lebih (sebelumnya belanja dalam APBK murni Rp939,880 miliar lebih). Penerimaan pembiayaan dianggarkan Rp26,959 miliar lebih, dan pengeluaran pembiayaan Rp1 miliar.

Dalam teks pidato tersebut tidak ada data lainnya terkait anggaran yang diajukan pada Rancangan KUPA-PPASP 2019. Sehingga masih menimbulkan tanda tanya, darimana sumber dana peningkatan pendapatan, dan tambahan belanja dialokasikan untuk kegiatan apa saja?

Satu sumber di Pemko Lhokseumawe dihubungi portalsatu.com, Selasa sore, hanya dapat menyebutkan bahwa peningkatan pendapatan Rp11,061 miliar lebih dalam Rancangan KUPA-PPAS 2019 itu bersumber dari PAD, Dana Perimbangan dan Dana Bagi Hasil (DBH). Adapun penerimaan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2018 Rp26 miliar lebih, dan pengeluaran pembiayaan Rp1 miliar untuk penyertaan modal PDAM Ie Beusare Rata.

Berdasarkan Tahapan dan Jadwal Proses Penyusunan Perubahan APBD 2019 sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2019, kesepakatan antara Kepala Daerah dan DPRD atas Rancangan KUPA dan PPASP harus dilakukan paling lambat minggu II Agustus 2019.

Nota Kesepakatan KUPA-PPAS itu akan menjadi dasar penyusunan Rancangan Perda (Aceh: Qanun) tentang Perubahan APBD, yang harus disampaikan ke DPRD paling lambat minggu II September 2019. Pengambilan persetujuan bersama DPRD dan Kepala Daerah terhadap Rancangan Perda Perubahan APBD paling lambat 30 September 2019.[](idg/*)

KOREKSI: Judul dan naskah berita ini sudah diubah pada 21 Agustus 2019, pukul 17.50 WIB, untuk memperbaiki penulisan angka pendapatan dan belanja. Menurut pihak Sekretariat DPRK Lhokseumawe, angka pendapatan dan belanja yang tertulis dalam pidato Wakil Wali Kota Lhokseumawe saat penyampaian Rancangan KUPA-PPASP 2019, keliru. Angka yang benar adalah sebagaimana tertulis dalam berita hasil perbaikan di atas.

Sebelumnya tertulis: Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, sudah menyampaikan Rancangan KUPA-PPASP Tahun 2019 dalam rapat paripurna DPRK, 16 Agustus lalu. Pagu pendapatan dan belanja dalam Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBK (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan atau PPASP 2019 Rp916,438 miliar lebih dan Rp942,386 miliar lebih.

Dalam Rancangan KUPA dan PPASP 2019 tersebut pendapatan menjadi Rp916,438 miliar lebih, meningkat Rp11,061 miliar lebih dari pendapatan APBK murni Rp905,377 miliar lebih. Belanja menjadi Rp942,386 miliar lebih, bertambah Rp2,505 miliar lebih dari belanja dalam APBK murni Rp939,880 miliar lebih. Defisit Rp25,947 miliar lebih ditutup dengan pembiayaan neto.

Demikian koreksi ini, terima kasih.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.