15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


RAPBK 2019: Subulussalam Usulkan Belanja Rp612,7 Miliar, Ini 7 Prioritas

...

  • SUDIRMAN
  • 09 November 2018 19:00 WIB

ilustrasi. Foto: ANTARA
ilustrasi. Foto: ANTARA

SUBULUSSALAM - Pemko Subulussalam mengusukan pagu belanja Rp612.727.324.074 dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (RAPBK) tahun 2019.

Hal itu tertuang dalam salinan pidato Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti, yang diterima portalsatu.com, Jumat, 9 November 2018. Pidato itu dibacakan Merah Sakti dalam sidang paripurna DPRK dengan agenda penyampaian Rancangan Qanun tentang APBK Subulussalam tahun anggaran 2019 di gedung dewan setempat, 1 November 2018.

Merah Sakti menyebutkan, pagu pendapatan daerah dalam RAPBK 2019 Rp610.303.463.308, mengalami peningkatan Rp21 miliar atau 3,56 persen jika dibandingkan pendapatan pada APBK 2018 Rp589.303.463.308.

"Peningkatan pendapatan ini berasal dari sumber dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah," kata Merah Sakti.

Merah Sakti melanjutkan, pagu belanja daerah dalam RAPBK 2019 Rp 612.727.324.074, mengalami peningkatan sebesar 2,42 persen atau Rp14.475.295.434 bila dibandingkan belanja pada APBK 2018 Rp598.252.028.639.

Sedangkan pembiayaan daerah, penerimaan diperkirakan Rp3.423.8660.766 bersumber dari dana sisa lebih perhitungan anggaran 2018. Sementara pengeluaran pembiayaan tahun 2019 direncanakan Rp1 miliar yang dialokasikan untuk penyertan modal (investasi) pemerintah daerah kepada PT Bank Aceh. Sehingga pembiayaan neto dalam RAPBK 2019 Rp2.423.860.766.

Merah Sakti menjelaskan, gambaran umum kebijakan belanja daerah, pertama, memprioritaskan peningkatan mutu pendidikan dengan memploting dana Rp122.660.164.742 atau 20,02 persen. Kedua, sektor kesehatan, pemerintah mengalokasikan dana Rp95.300.044.837 atau 15,55 persen. Ketiga, peningkatan pelayanan dan pemerataan pembangunan infrastruktur antarwilayah kecamatan alokasi anggaran Rp137.755.225.530 atau 22,48 persen.

Keempat, peningkatan ekonomi kerakyatan dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran dengan mengalokasikan Rp43.007.097.947 atau 7,02 persen. Kelima mewujudkan reformasi birokrasi yang baik mengalokasikan Rp93.197.692.685 atau 15,21 persen. Keenam, prioritas mewujudkan kemandirian desa melalui pembangunan desa secara terpadu mengalokasikan Rp113.362.078.715 atau 18,50 persen.

Ketujuh, prioritas penerapan syariat Islam dengan penguatan sistem sosbud dan peningkatan pembangunan dayah atau persulukan mengalokaskan Rp7.445019.614 atau 1,22 persen.

Siang-malam

Saat ini Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRK Subulussalam sedang membahas RAPBK 2019, sejak 2 November lalu di Ruang Banggar DPRK Subulussalam.

Pembahasan dua pihak (Banggar dan eksekutif) tidak hanya dilakukan siang hari tapi juga berlanjut sampai malam, bahkan hingga pukul 02.00 dini hari.

Pembahasan ini direncanakan rampung akhir bulan ini, paling telat 30 November 2018 telah dilakukan sidang paripurna istimewa persetujuan bersama terhadap Rancangan Qanun APBK Subulussalam 2019, agar bisa dibawa ke Banda Aceh untuk dievaluasi Gubernur Aceh.

"Sekarang sedang proses pembahasan anggaran di Banggar, beberapa dinas sudah selesai, masih ada beberapa lagi yang belum," kata Sekretaris DPRK Subulussalam, Khainuddin.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.