16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


RAPBK Aceh Utara 2018: Dewan Belum Bahas Hasil Evaluasi Gubernur

...

  • PORTALSATU
  • 25 January 2018 18:30 WIB

Foto: ilustrasi. @Istimewa
Foto: ilustrasi. @Istimewa

LHOKSEUMAWE – Badan Anggaran DPRK Aceh Utara belum membahas hasil evaluasi Gubernur Aceh terhadap Rancangan Qanun tentang APBK (RAPBK) tahun 2018. Direncanakan, Badan Anggaran (Banggar) DPRK Aceh Utara, baru akan membahas sepihak hasil evaluasi tersebut, Jumat, 26 Januari 2018.

Informasi diperoleh portalsatu.com, hasil evaluasi Gubernur Aceh terhadap RAPBK 2018 sudah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada pekan lalu. Dalam berkas hasil evaluasi tersebut, kata satu sumber, terdapat sejumlah koreksi dan catatan dari Gubernur Aceh yang harus ditindaklanjuti oleh Pemkab Aceh Utara. Di antaranya, Pemkab Aceh Utara harus memprioritaskan pembayaran utang (kewajiban) tahun 2017 dengan anggaran 2018.

Sejumlah anggota Banggar DPRK Aceh Utara dihubungi portalsatu.com, Kamis, 25 Januari 2018, mengaku belum menerima undangan untuk mengikuti rapat pembahasan hasil evaluasi Gubernur Aceh terhadap RAPBK 2018. “Kami belum terima undangan, pemanggilan atau pemberitahuan soal itu,” kata Hasanusi, anggota Banggar DPRK dari Fraksi Amanat Karya Bangsa.

Hasanusi dan anggota dewan lainnya menyarankan, agar hal itu dikonfirmasi kepada Arafat, Ketua Banggar atau Anzir, Wakil Sekretaris Banggar DPRK Aceh Utara. Dua kali dihubungi portalsatu.com, Kamis sore, telepon seluler Arafat tidak aktif.

Sementarai itu, Anzir mengatakan, Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) Aceh Utara sudah menyerahkan hasil evaluasi Gubernur Aceh terhadap RAPBK 2018 kepada DPRK, Selasa, 23 Januari 2018. Namun, sampai saat ini Banggar DPRK belum membahas hasil evaluasi tersebut. 

“Diserahkan Selasa, dan kemarin (Rabu) kita semua takziah ke rumah duka H. Saifuddin, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara. Tadi saya menerima SMS, dewan akan membahas hasil evaluasi gubernur terhadap RAPBK 2018, besok (Jumat). Mungkin besok dibahas secara sepihak dulu oleh dewan, setelah itu baru bisa duduk dua pihak (dewan dan TAPK Aceh Utara),” ujar Anzir menjawab portalsatu.com lewat telepon seluler, Kamis sore.

Anzir mengaku, pihaknya belum melihat secara menyeluruh hasil evaluasi Gubernur Aceh terhadap RAPBK 2018. “Besok kita lihat sekaligus dibahas secara lengkap. Pimpinan (DPRK) menekankan agar kita (Banggar) proaktif membahas hasil evaluasi itu,” kata Wakil Sekretaris Banggar DPRK Aceh Utara itu.

Jumlah utang Rp174 M

Sementara itu, beredar isu, setelah hasil evaluasi Gubernur Aceh terhadap RAPBK 2018 diterima Pemkab Aceh Utara, jumlah utang tahun 2017 yang harus dibayar dengan anggaran 2018 bertambah menjadi Rp200 miliar lebih. Sementara jumlah utang Pemkab Aceh Utara yang dievaluasi oleh tim Gubernur Aceh dalam RAPBK 2018 adalah Rp192 miliar lebih, sesuai dengan surat bupati kepada gubernur.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Utara, Muhammad Nasir, dihubungi portalsatu.com untuk memverifikasi terkait isu tersebut, tidak mengangkat telepon selulernya, Kamis sore. Namun, Nasir melayani verifikasi informasi itu melalui pesan singkat. “Yang benar (jumlah utang/kewajiban Pemkab Aceh Utara, red) Rp174 M, sudah termasuk belanja pegawai, belanja barang/jasa, dan belanja modal,” tulis Nasir.

Disinggung soal isu jumlah utang bertambah, setelah Pemkab Aceh Utara menerima hasil evaluasi gubernur terhadap RAPBK Aceh Utara 2018, Nasir mengatakan, “O ngak, dievaluasi gubernur masih angka dasar surat bupati yang lalu, masih angka sementara lebih kurang Rp192 M, tapi setelah tutup buku (tahun anggaran 2017, red) dapat angka Rp174 (miliar), belanja pegawai, belanja hibah, belanja sosial, bantuan keuangan ke pemerintah gampong (ADG, bagi hasil pajak/retribusi), belanja barang/jasa dan belanja modal”.

Sebelumnya, saat diwawancarai portalsatu.com lewat telepon seluler, 10 Januari 2018, Nasir menyebutkan, jumlah utang pemerintah setempat tahun 2017 yang harus dibayar dengan anggaran 2018 senilai Rp173,6 miliar lebih. (Baca: Kepala BPKK: Utang Pemkab Aceh Utara Rp173 Miliar Lebih)[](idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.