24 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Relawan PKBM Ruman Aceh Ikuti Konferensi Internasional di Nepal

...

  • PORTALSATU
  • 13 April 2019 15:00 WIB

Foto: dok. Ruman Aceh
Foto: dok. Ruman Aceh

BANDA ACEH – Salah seorang relawan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh mengikuti konferensi internasional “Recon 2019” di Nepal, 10-12 April 2019.

Tia Sasmitasari, S.Pd., namanya. Tia berhasil mengalahkan banyak kandidat dari seluruh Indonesia. Sebab, kuota untuk Indonesia hanya 3 peserta. Tia salah satu dari 3 peserta yang lolos seleksi tersebut.

“Konferensi ini membahas 10 tema besar. Saya memilih bagian disabilitas atau penyandang kecacatan," ujarnya via pesan WhatsApp dari lokasi konferensi, Jumat (12/4) siang.

Melalui konferensi ini, ujar Tia, para peserta berupaya untuk rethink (memikirkan kembali), reimagine (menata ulang) dan reboot (memfungsikan kembali) hal-hal yang berkaitan dengan disabilitas.

“Ada 500 peserta dari 50 negara yang mewakili 180 organisasi yang berpartisipasi dalam konferensi ini. Tentu banyak hal yang bisa dipelajari dari mereka untuk kemaslahatan masyarakat kita,” imbuh Tia.

Dua hari sebelumnya, Senin-Selasa, Tia terlebih dahulu mengikuti rapat tahunan kantornya dengan para pendonor yang juga digelar di negara bagian Asia Selatan itu.

Konsep Kerelawanan

Di tempat terpisah, Pembina PKBM Ruman Aceh, Ahmad Arif memberikan apresiasi kepada Tia atas capaiannya pada even bertaraf internasional itu.

“Tia menjadi relawan kita sejak 4 tahun lalu, saat masih berstatus sebagai mahasiswa. Kini, Tia telah meraih sarjana, sudah bekerja dan bahkan baru berumah tangga. Namun, Tia masih terus bersemangat berkhidmah bersama kita,” ungkat Arif.

Tia menjadi relawan di Ruman Aceh, lanjut Arif, melalui kegiatan bimbingan belajar gratis yang digelar buat anak-anak dhuafa sejak 8 Apriil 2013 hingga Desember 2017. Lalu, Tia terlibat aktif dalam wisata buku gratis Miraba (minggu baca rame-rame) yang digelar setiap hari Minggu di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.

“Konsep kerelawanan bagi kita tergambar dalam kalimat, “meluangkan waktu, bukan memberi waktu luang”. Kata “meluangkan” itu mengandung unsur kemauan/kerelaan atau kesengajaan yang diiringi kemampuan. Panggilan jiwa, itulah fondasi utamanya,” ujar Arif.

Sebagai informasi, saat ini PKBM Ruman Aceh memiliki 4 program utama yang dilakukan secara berkelanjutan. Satu, TBM (taman bacaan masyarakat) atau pustaka untuk komunitas. Dua, pendidikan kesetaraan untuk jenjang SMA (sekolah menengah atas). Tiga, PAUD (pendidikan anak usia dini). Empat, pendidikan keterampilan atau life skill.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.