16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Rencana Yusuf Bombang Gelar Theater Hikayat Prang Sabi

...

  • Jamaluddin
  • 18 September 2018 23:00 WIB

Muhammad Yusuf Bombang. @istimewa
Muhammad Yusuf Bombang. @istimewa

BANDA ACEH - Seniman Aceh Muhammad Yusuf Bombang berencana untuk menggelar theater Hikayat Prang Sabi. Theater yang sedang digarap itu diberi nama The Spirit of Aceh Adapted from Hikayat Prang Sabi, karya besar Teungku Chik Pante Kulu.

"Tujuan utama menciptakan Theater Hikayat Prang Sabi Aceh, supaya generasi muda Aceh mengenal karya sastra besar yang monumental, yang pernah diakui dunia. Dan yang kedua, untuk menghargai karya-karya seniman Aceh yang diakui dunia. Dunia saja mengakui, mengapa orang Aceh sendiri tidak mengakui," kata Yusuf di Pentasagoe Banda Aceh, 17 September 2018 malam.

Yusuf berencana akan memperkuat theater itu dengan melibatkan beberapa musisi dan seniman senior Aceh.

Berdasarkan persiapan yang telah ada, untuk mewujudkan theater tersebut termasuk untuk peran pendukung, harus ia libatkan sekitar empat puluhan orang, dengan tim inti sekitar tujuh orang.

Saat ini dalam masa latihan kendala yang ditemuinya hanya terletak pada masalah membaca tulisan dalam bahasa Aceh. "Rata-rata orang Aceh tak tahu cara baca hikayat, ada orang kadang punya kemampuan baca Syair secara spontan tapi membaca tulisan kurang bisa," katanya.

Sambungnya, dari naskah ini yang kita akan angkat dua pesan, yang pertama isi dari hikayat Prang Sabi itu sendiri, dan kedua proses penyebaran pada masanya. "Naskah sudah ada, rencana penghujung tahun 2018 pertunjukan pertama akan digelar di Banda Aceh," kata Yusuf.

Kecintaan Muhammad Yusuf Bomba terhadap hikayat telah tertanam sejak masa kecil. Ia hidup di antara lantunan suara-suara bacaan hikayat yang dibacakan ayahnya dari puluhan judul koleksi hikayat di rumahnya.

Tahun 1992 ia mulai bergabung dengan grup theater pimpinan Maskirbi, dan berhasil mendapat juara III tingkat nasional di perlombaan baca puisi yang diselenggarakan di Jakarta. Kala itu diikuti oleh ribuan peserta.

Selama di Jakarta ia juga merasa beruntung dapat membeli dua buku hikayat (Prang Gompeni, dan Prang Sabi) di Taman mini dari pedagang buku bekas daerah. "Mendapat juara III di perlombaan baca puisi di Jakarta adalah sesuatu yang sangat berharga, karena saat itu saya masih belum menyukai puisi modern. Saat maskirbi meminta untuk membacakan puisi maka saya membacanya dengan irama baca hikayat," kenang Yusuf. []

Editor: Arman


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.