29 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


RSU MAK Gayo Lues Berlakukan Biaya Rapid Test Rp150 Ribu/Orang

...

  • Win Porang
  • 13 August 2020 13:45 WIB

 Direktur RS MAK Gayo Lues, dr. Mutia bersama Kadis Kesehatan Purnama Abadi memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: Win Porang
Direktur RS MAK Gayo Lues, dr. Mutia bersama Kadis Kesehatan Purnama Abadi memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN - Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (MAK) Kabupaten Gayo Lues akan memberlakukan biaya administrasi bagi orang-orang yang ingin mendapatkan surat keterangan rapid test. Biaya itu terpaksa diberlakukan lantaran alat rapid test bantuan Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Dinkes Aceh telah habis terpakai.

Pernyataan itu disampaikan Direktur RSU MAK Gayo Lues, dr. Mutia bersama Kadis Kesehatan Purnama Abadi di RS setempat, Kamis, 13 Agusus 2020. Menurut Mutia alat rapid test yang disediakan Tim Gugus Tugas Covid-19  dan Dinkes Gayo Lues sebelumnya berjumlah 400 unit ditambah bantuan Dinkes Aceh. Semuanya telah habis lantaran banyak orang yang hendak keluar daerah atau menumpang pesawat sebelumnya membuat surat tersebut.

"Surat (keterangan) negatif rapid test tidak serta merta kita keluarkan dari RSU MAK. Surat negatif atau positif baru dikeluarkan setelah proses pemeriksaan terlebih dahulu. Berdasarkan instruksi Kementerian Kesehatan, RS dibolehkan memunggut dengan biaya Rp150 ribu, terkecuali RS swasta, itu bisa mencapai Rp300 ribu," kata Mutia.

RS MAK, kata Mutia, tidak mungkin lagi menggratiskan biaya rapid test lantaran peralatan harus dibeli dan tak bisa diklaim ke BPJS. “Kecuali ada aturan atau petunjuk yang dikeluarkan pemerintah pusat bahwa rapid test bisa diklaim ke BPJS, itu baru bisa digratiskan lagi seperti semula,” tuturnya.

Kepala BPJS Gayo Lues, Deni Wahyudi, dikonfirmasi terkait rapid test tidak bisa diklaim BPJS mengatakan, anggaran wabah Covid-19 saat ini berada di Kementerian Kesehatan, dan BPJS hanya berperan melakukan verifikasi klaim yang diajukan pihak rumah sakit.

"Yang ditanggung oleh Kementerian Kesehatan adalah pasien perawatan yang terindikasi Covid-19, tetapi kalau rapid test atas permintaan pribadi, itu tidak ada yang menanggung biayanya dan tidak bisa diklaim BPJS," ujar Deni.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.