01 June 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Rumah dan Kios Ludes Setelah Terbakar Mobil 1 Ton Solar, Begini Kronologinya

...

  • PORTALSATU
  • 19 May 2020 02:05 WIB

Foto: dok. Polsek Ranto Peureulak
Foto: dok. Polsek Ranto Peureulak

IDI RAYEK - Rumah dan kios milik Syamun di Dusun Buket Mesjid, Desa Bhom Lama, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, terbakar, Senin, 18 Mei 2020, sekira pukul 18.45 WIB. Diduga sumber api dari terbakarnya mobil penumpang Mitsubishi tipe L-300 warna hitam nomor polisi BA 1471 BU yang terparkir sekitar 5 meter dari rumah korban.

"Mobil L-300 itu diduga terbakar karena di dalamnya mengangkut atau berisi 30 jeriken minyak solar berukuran 35 liter atau muatan minyak itu diperkirakan mencapai sekitar 1 ton," ujar Kapolsek Ranto Peureulak Ipda Wisnu Bramantyo, S.TrK.

Menurut Wisnu, mobil tersebut sebelumnya dikendarai dan ditumpangi Budiawan (22), sopir, warga Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang bersama istrinya Irma Dani (28), warga asal Lingkungan V Asrama, Desa Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Prov. Sumatera Utara. Minyak solar yang diangkut mobil itu akan dijual kepada Syamaun.

Wisnu menjelaskan mobil itu sebelumnya telah dimodifikasi dengan mencabut seluruh bangku penumpangnya (hanya menyisakan bangku sopir dan penumpang samping sopir saja) sehingga dapat dimuat jeriken yang berisi minyak dalam jumlah banyak. 

"Adapun minyak yang diangkutnya itu adalah milik toke bernama Sembiring (40), wiraswasta di Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang yang dibeli dari SPBU Seumadam dengan harga yang masih belum diketahui secara pasti," tutur Wisnu.

Wisnu menambahkan, karena sebelumnya Sembiring sudah pernah bertransaksi jual beli minyak solar dengan Syamaun secara eceran, maka kali ini ia memerintahkan pekerjanya, Budiawan, untuk mengangkut minyak dengan kenderaan penumpang tersebut untuk dapat dijual kepada Syamaun. Sehingga sopir itu pergi mengangkut minyak ditemani istrinya, Irma Dani, dan mereka berangkat dari SPBU Seumadam, Senin, 18 Mei 2020, sekira pukul 14.30 WIB.

Sesampainya di rumah Syamaun sekira pukul 18.30 WIB atau menjelang berbuka puasa, Budiawan langsung memarkirkan mobilnya di bawah pohon depan rumah Syamaun yang hanya berjarak sekitar lima meter saja sambil membunyikan klakson mobil sebagai pertanda bahwa dirinya telah tiba. 

"Karena saat itu sedang waktu Magrib, maka Budiawan mematikan terlebih dahulu mobilnya dan turun sambil duduk-duduk bersama dengan istrinya di dekat rumah Syamaun. Baru beberapa menit ia duduk tiba-tiba terlihat oleh Budiawan dari dalam mobil tersebut ada api yang menyala dengan tanpa diketahui sumbernya. Karena disadari di dalam itu berisi minyak maka sopir dan istrinya langsung berlari menjauhi mobil yang semakin lama api itu semakin membesar," ungkap Wisnu. 

"Lantaran rumah Syamaun terbuat dari kayu dan jarak mobil dengan rumah itu terbilang sangat dekat, maka tidak membutuhkan waktu yang lama membuat api itu menyambar ke rumah Syamaun," kata Kapolsek Ranto Peurelak itu.

Syamaun dan keluarganya yang berada di dalam rumah langsung terkejut dan panik ketika mendapatkan informasi bahwa ada mobil yang sedang terbakar di depan rumahnya yang membuat mereka tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. "Rumah Syamaun terbilang asing dengan rumah warga yang lain, maka api itupun tidak menyambar kerumah warga lain," ucap Wisnu.

Akibat kebakaran itu membuat rumah milik Syamaun serta barang-barang berharga di dalamnya ikut raib terbakar dan tidak menyisakan apapun. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Syamaun mengalami kerugian materil sekitar Rp250 juta karena terbakar satu sepmor Yamaha King, satu Honda Supra, dan barang-barang berharga lainnya seperti surat tanah.

Polsek Ranto Peureulak telah mengamankan Budiawan selaku sopir yang mengemudikan kenderaan itu. "Juga akan mencari keterlibatan para pelaku lain terhadap kejahatan tersebut. Tidak menutup kemungkinan akan terlibatnya pihak SPBU Seumadam yang menjual minyak solar bersubsidi kepada Sembiring dengan tanpa izin yang sah," pungkas Kapolsek Ranto Peureulak Ipda Wisnu Bramantyo.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.