24 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Rusak dan Berlubang, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Ibu Kota Aceh Utara

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 24 August 2018 23:50 WIB

Warga tanam pohon pisang di jalan rusak dan berlubang di Lhoksukon. @Cut Islamanda/portalsatu.com
Warga tanam pohon pisang di jalan rusak dan berlubang di Lhoksukon. @Cut Islamanda/portalsatu.com

LHOKSUKON - Warga menanam pohon pisang di jalan masuk menuju pasar Kota Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat, 24 Agustus 2018, sekitar pukul 22.10 WIB. Aksi dilakukan warga Gampong Pante dan didukung warga Gampong Asan itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang belum memperbaiki jalan rusak parah dan berlubang di Ibu Kota Aceh Utara.

Jalan tersebut merupakan penghubung antara Kecamatan Lhoksukon menuju Kecamatan Lapang. Kerusakan jalan itu terjadi sejak empat tahun lalu. Selama ini warga sudah beberapa kali menambal lubang di badan jalan dengan semen, tapi hanya bertahan sementara. Jalan kembali rusak karena diterjang banjir tahunan yang melanda Ibu Kota Kabupaten Aceh Utara tersebut.

“Kami masyarakat Kota Lhoksukon meminta pemerintah segera melakukan perbaikan jalan lintas menuju Kecamatan Lapang ini. Sudah empat tahun lamanya jalan ini rusak, tapi tidak ada upaya perbaikan dari pihak dinas terkait. Kami akan terus melakukan aksi ini hingga ada respons dari pemerintah daerah. Selain menyulitkan warga, sudah banyak warga yang jatuh di lubang jalan ini, apalagi jika diguyur hujan, lubang jalan tertutup genangan air sehingga banyak pengendara sepeda motor yang terperosok dalam lubang,” ujar Darmawan, koordinator aksi kepada portalsatu.com di lokasi itu.

Aksi itu ikut didukung sejumlah tokoh masyarakat setempat. Di antaranya, H. Puddin dan H. Jafar. “Kami sudah tiga kali menyemen lubang jalan ini, bahkan sekali kerja menghabiskan 40 sak semen. Kami juga sudah berulang kali menimbun lubang dengan batu kerikil, tapi semua upaya itu hanya bertahan sementara. Lubang yang kami semen itu kembali rusak karena direndam banjir,” ungkap H. Jafar.

Pantauan portalsatu.com di lokasi, warga meletakkan batang pohon pisang yang ditanam di dalam drum dan tong sampah tepat di tengah badan jalan. Selain itu juga ada batang pohon palem yang diletakkan di tengah jalan masuk menuju pasar terpadu Kota Lhoksukon. Beberapa palang kayu juga terlihat melintang di tengah badan jalan tersebut.

Pukul 22.10 WIB, jalan sempat tidak bisa dilalui mobil karena ratusan warga memadati jalan masuk simpang empat di samping Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon. Beberapa mobil yang sudah masuk kemudian terlihat berbalik arah. Namun, pukul 11.10 WIB, jalan sudah bisa kembali dilalui mobil karena pohon pisang di dalam tong sampah hanya diletakkan di tengah badan jalan.

Di setiap batang pisang juga ditaruh kardus bekas bertuliskan beberapa kalimat. Di antaranya, "Hati-hati jalan rusak, beginilah jalan Ibu Kota Kabupaten Aceh Utara", dan "Sayangilah kami masyarakat kecil/pelajar yang lalu lalang di jalan ini".

Terlihat pula personel Polri dan TNI yang mengamankan lokasi itu.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.