24 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sakit Hati Jadi Motif Pelaku Bunuh Ketiga Korban dengan Sadis

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 11 January 2018 20:00 WIB

Konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis, 11 Januari 2018. @MHD SAIFULLAH
Konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis, 11 Januari 2018. @MHD SAIFULLAH

BANDA ACEH - R, 22 tahun, pelaku pembunuhan satu keluarga Tionghoa di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, mengaku merasa sakit hati terhadap korban sebelum dihabiskan nyawannya tersebut.

"Hasil interograsi lisan, motif karena sakit hati sering dimarahi oleh korban," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis, 11 Januari 2018.

Kombes Pol Misbahul menjelaskan, pelaku yang baru tiga bulan bekerja sebagai supir sering dinasehati korban yang berprofesi sebagai distributor penjual kelontong. Merasa sakit hati, pelaku kemudian menghabisi majikannya dengan menggunakan pisau.

Saat melancarkan aksinya terhadap satu keluarga tersebut, R dikatakan pertama kali membunuh Tjie Sun alias Asun (suami), 45 tahun, di rumah toko (Ruko) kedua rumah korban. Selanjutnya, pelaku menuju ke Ruko lainnya dan menghabiskan Minarni (istri Asun), 40 tahun, serta Callietosng (anak Asun), 8 tahun.

"Pertama kali dihabisi suami, istri, dan anaknya," jelasnya.

"Korban tidak dilakukan otopsi, namun dari luar. Ditemukan luka tajam pada leher. Pembunuhan diduga menggunakan senjata tajam pisau," jelasnya lagi.

Ketiga korban dihabiskan oleh pelaku pada Jumat, 5 Januari 2018, sekira pukul 15.00 WIB.

R dan Saf diamankan pihak kepolisian Polda Sumut di Bandara Kuala Namu pada Rabu, 10 Januari 2018. Keduanya ditangkap karena diduga akan pergi ke daerah lain.

"Kedua pelaku diduga akan meninggalkan Sumatera Utara," ujar Humas Polda Aceh.

"Sewaktu di bandara, pelaku belum memiliki tiket, karena belum tau arahnya ke mana," ujarnya lagi.

Kombes Pol Misbahul mengutarakan, pada kasus ini untuk sementara pelaku R, sedangkan Saf yang ikut diamankan masih dalam proses pemeriksaan.

"Sementara diduga pelaku satu orang, sementara pelaku lain karena bersama pelaku saat penangkapan," jelasnya.

Adapun pelaku rencananya akan dijerat dengan pasal 338 dan 340 KUHP, yakni penjara selama 18 tahun.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.