19 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Salju Kembali Turun di Gurun Sahara, Tanda Kiamat?

...

  • DREAM
  • 10 January 2018 13:20 WIB

@Geoff Robinson
@Geoff Robinson

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi sejumlah peristiwa aneh di dunia. Mulai suara sangkakala dari langit hingga turun salju di Arab Saudi, yang semuanya dikaitkan dengan tanda-tanda kiamat.

Baru-baru ini muncul lagi fenomena alam yang sangat langka di Gurun Sahara. Sebuah kota di gurun pasir di Afrika Utara ini diselimuti salju untuk ke dua kalinya dalam empat dekade terakhir. Fotografer Karim Bouchetata berhasil mengabadikan kejadian alam langka di kota bernama Ain Sefra itu.

Karim melihat kota tersebut diselimuti salju setebal 45 sentimeter saat terjadi badai musim dingin yang lalu. Padahal kota terpencil yang masuk wilayah negara Aljazair itu belum pernah melihat salju lagi setelah terakhir kali turun pada 37 tahun silam.

Menurut Karim, tempat yang rata-rata bersuhu 30 derajat Celcius dan berwarna kemerahan itu secara tidak terduga berubah menjadi putih karena tertutupi salju.

"Kami benar-benar terkejut saat bangun pagi dan melihat salju lagi. Salju itu bertahan sepanjang hari pada hari Minggu dan mulai mencair sekitar jam 5 sore," kata Karim.

Turunnya salju itu disambut gembira, terutama oleh anak-anak. Mereka membuat patung salju dan bermain seluncur salju menggunakan papan yang sebenarnya untuk pasir.

Salju terakhir terlihat di kota berjuluk Gerbang ke Padang Pasir itu pada 18 Februari 1979 silam. Namun, saat itu salju yang turun hanya bisa bertahan selama setengah jam.

Benarkah fenomena ini menjadi pertanda Bumi telah menua? Karena sebelumnya fenomena serupa juga terjadi di Arab Saudi.

Penjelasan pejabat Kota Ain Sefra

Seorang pejabat Departemen Meterologi setempat menjelaskan bahwa salju turun di kota tersebut adalah fenomena alam biasa.

"Udara dingin tertarik ke selatan di atas Afrika Utara akhir pekan lalu sebagai akibat dari udara bertekanan tinggi di Eropa. Tekanan tinggi berarti cuaca dingin meluas ke selatan dari biasanya," kata pejabat tersebut.

Ain Sefra terletak sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh Pegunungan Atlas. Sementara Gurun Sahara mencakup sebagian besar Afrika Utara.

Gurun terluas di dunia ini telah melalui perubahan suhu dan kelembaban selama beberapa ratus ribu tahun terakhir.

Meskipun saat ini merupakan tempat paling kering di dunia, Gurun Sahara diprediksi akan menjadi hijau kembali dalam 15.000 tahun lagi.[] Sumber: dream.co.id/Mirror.co.uk

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.