19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sambil Terisak, PM Inggris Theresa May Umumkan Pengunduran Diri

...

  • TEMPO
  • 26 May 2019 13:00 WIB

Perdana Menteri Inggris Theresa May menangis ketika dia menyampaikan pernyataan pengunduran diri di London, Inggris, 24 Mei 2019. [REUTERS / Toby Melville]
Perdana Menteri Inggris Theresa May menangis ketika dia menyampaikan pernyataan pengunduran diri di London, Inggris, 24 Mei 2019. [REUTERS / Toby Melville]

Sambil terisak, Perdana Menteri Inggris Theresa May akhirnya mengundurkan diri setelah perjuangan panjang Brexit-nya berakhir buntu.

Kepergian May akan memperdalam krisis Brexit karena pemimpin baru kemungkinan menginginkan perpecahan yang lebih tegas, meningkatkan kemungkinan konfrontasi dengan Uni Eropa dan kemungkinan pemilihan cepat parlemen yang tidak dapat diprediksi.

Dengan emosional, Theresa May, yang mengalami krisis dan penghinaan dalam usahanya yang gagal untuk menemukan konsensus Brexit di parlemen, mengatakan dia akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif pada 7 Juni dan pemilihan kepemimpinan dimulai minggu berikutnya.

"Saya akan segera meninggalkan pekerjaan yang telah menjadi kehormatan hidup saya," kata May di luar kediaman resminya di Downing Street, dikutip dari Reuters, 24 Mei 2019

"...sebagai perdana menteri perempuan kedua, tapi tentu saja bukan yang terakhir," lanjut May.

"Saya melakukannya tanpa niat buruk tetapi dengan rasa terima kasih yang luar biasa dan abadi untuk memiliki kesempatan untuk melayani negara yang saya cintai," kata May, didampingi suaminya, Philip.

"Saya merundingkan persyaratan keluar kami dan hubungan baru dengan tetangga terdekat kami yang melindungi pekerjaan, keamanan kami dan Serikat kami. Saya telah melakukan semua yang saya bisa untuk meyakinkan anggota parlemen untuk mendukung kesepakatan itu. Sedihnya, saya belum bisa melakukannya.
Saya mencoba tiga kali...Tetapi sekarang jelas bagi saya bahwa adalah kepentingan utama negara bagi Perdana Menteri baru untuk memimpin upaya itu," tegas May dalam pidatonya, dikutip dari CNN.

"Jadi saya hari ini mengumumkan bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif dan Unionis pada hari Jumat 7 Juni sehingga seorang pengganti dapat dipilih," tambah May.

May, yang pernah menjadi pendukung setengah hati keanggotaan Uni Eropa dan memenangkan kursi perdana menteri dalam kekacauan referendum Brexit 2016, akhirnya mundur bersama janjinya untuk memimpin Inggris keluar dari blok.

"Ini, dan akan selalu tetap, akan menjadi penyesalan yang mendalam bagi saya bahwa saya belum dapat memberikan Brexit," kata Theresa May, menambahkan bahwa penggantinya harus menemukan konsensus untuk menghormati hasil referendum Brexit 2016.[]Sumber:tempo.co

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.