18 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Operasi Zebra Rencong Berakhir
Satlantas Polres Aceh Timur Tilang 434 Pelanggar Lalu Lintas

...

  • PORTALSATU
  • 06 November 2019 12:00 WIB

Foto: dok. Satlantas Polres Aceh Timur
Foto: dok. Satlantas Polres Aceh Timur

IDI RAYEK - Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Timur menjaring 585 pelanggar lalu lintas selama Operasi Zebra Rencong 2019 yang berakhir 5 November/kemarin. Dari jumlah itu, 434 pelanggar dilakukan penindakan tilang dan 151 diberikan teguran simpatik. 

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Aditia Kusuma, S.I.K., Kamis, 6 November 2019, menyebutkan selama 14 hari Operasi Zebra Rencong 2019, sasaran atau target yaitu pelanggaran lalu lintas pada aspek administrasi kendaraan bermotor dan pengemudi meliputi kelengkapan SIM dan STNK.

"Ditambah tujuh jenis pelanggaran lalu lintas prioritas antara lain tidak menggunakan helm standar SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, mengemudi kendaraan di bawah pengaruh alkohol/narkoba, pengendara di bawah umur, menggunakan HP saat berkendara, melawan arus dan melanggar batas kecepatan," ujar Kasat Lantas, 6 November 2019.

Adapun barang bukti disita selama Operasi Zebra Rencong 2019 terdiri dari 149 SIM, 269 STNK dan 16 kendaraan bermotor yang tanpa dilengkapi surat-surat. "Mayoritas pelanggar lalu lintas didominasi usia 21 sampai dengan 35 tahun, profesi karyawan/swasta, dan kendaraan bermotor terlibat pelanggaran lalu lintas yaitu sepeda motor," ungkap Kasat Lantas.

Kasat Lantas menyebutkan, jumlah pelanggaran lalu lintas yang berhasil dijaring tersebut meningkat 16 persen dibandingkan pelaksanaan Operasi Zebra Rencong 2018. Selain itu jumlah kecelakaan lalu lintas pada penyelenggaraan Operasi Zebra Rencong 2019 di wilayah Polres Aceh Timur tiga kejadian atau menurun 40 persen dibandingkan tahun 2018. "Dengan fatalitas korban meninggal dunia tiga orang atau menurun sebanyak 25 persen dibandingkan pelaksanaan Operasi Zebra Rencong 2018," tuturnya. 

Operasi Zebra Rencong 2019 di wilayah hukum Polres Aceh Timur, selain penegakan hukum (represif) terhadap pelanggar lalu lintas, juga dilaksanakan beberapa kegiatan pre-emtif meliputi Survei Lokasi Rawan Laka Lantas (black spot) bersama stakeholder terkait di bidang lalu lintas, seperti Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP Aceh Timur.

"Survei tersebut dilakukan pada 11 lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Survei ini bertujuan mengetahui faktor penyebab kecelakaan lalu lintas dari aspek infrastruktur jalan, perlengkapan jalan dan lingkungan jalan," ujarnya. 

Menurut Kasat Lantas, hasil survei ini akan dilakukan tindak lanjut oleh stakeholder terkait berupa upaya rekayasa lalu lintas seperti pemasangan rambu peringatan, pengecatan marka jalan yang pudar, perbaikan jalan berlubang, dan penambahan lampu penerang jalan dalam waktu dekat. 

Adapun lokasi rawan kecelakaan lalu lintas (black spot) yang diinventarisir antara lain Jalan Banda Aceh-Medan Gampong Keude, Kecamatan Darul Aman Km. 355-356, dan Jalan Banda Aceh-Medan Gampong Julok Tunong, Kecamatan Julok Km. 340-341.

Kasat Lantas menambahkan, pelaksanaan penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas pada Operasi Zebra Rencong 2019, Polres Aceh Timur melibatkan instansi terkait meliputi TNI, Polisi Militer, Dinas Perhubungan dan Unit Pelaksana Teknis Samsat Wilayah VII Aceh Timur guna menindak pelanggaran lalu lintas secara gabungan disertai dengan sidang tilang di tempat melibatkan unsur Kejaksaan Negeri Aceh Timur dan Pengadilan Negeri Idi empat kali kegiatan.

"Dengan dilaksanakannya Operasi Zebra Rencong 2019 di wilayah hukum Polres Aceh Timur Polres Aceh Timur, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang mengutamakan keselamatan kepada masyarakat, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir di kemudian hari," ucap Kasat Lantas AKP Aditia Kusuma.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.