15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sebanyak 7,9 Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan

...

  • DATUK HARIS MOLANA
  • 26 April 2016 22:15 WIB

@Datuk Haris Molana
@Datuk Haris Molana

LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe memusnahkan sebanyak 688 karung atau setara 7,9 ton bawang merah ilegal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Selasa, 26 April 2016. Pemusnahan tersebut bekerjasama dengan Stasiun Karantina Pertanian Kelas l Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, Kejaksaaan Negeri Lhokseumawe dan Aceh Utara beserta Pengadilan Negeri Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono, mengatakan ratusan karung bawang merah ilegal ini disita dari dua lokasi berbeda. Lokasi pertama adalah di depan Mapolres Lhokseumawe pada 18 Maret 2016 lalu. Saat itu, polisi mendapat informasi adanya pengiriman barang ilegal dari Aceh Tamiang menggunakan bus Kurnia BL 7456 PB. Bus tersebut dihentikan petugas tepat di depan Mapolres Lhokseumawe.

Petugas yang memeriksa bagasi bus mendapatkan adanya bawang merah tanpa dokumen. Bawang tersebut kemudian diamankan ke Polres Lhokseumawe untuk keperluan penyelidikan.

Anang mengutip keterangan Marzuki, sopir bus Kurnia menyebutkan bawang merah ilegal tersebut merupakan milik Darwis, warga Kuala Simpang. Dia hingga sekarang masih dalam daftar pencarian orang. 

“Barang dimaksud hendak dikirim ke daerah Pidie, tersangka dengan membawa bawang merah itu sebanyak 153 karung ukuran 10 kilogram,” katanya.

Bawang merah ilegal selanjutnya disita di Desa Kuta Glumpang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara pada 5 April 2016. Saat itu polisi berhasil menghentikan truk yang sedang mengangkut bawang merah asal luar negeri tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

“Tersangka membawa barang merah sebanyak 437 karung ukuran 10 kilogram, serta ukuran 20 kilogram sebanyak 98 karung,” kata Anang Triarsono.[](bna)

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.