21 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sebelum Dapat Kursi Roda, Bocah Ini Merayap ke Sekolah

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 12 January 2018 14:00 WIB

H. Sudirman atau Haji Uma menyerahkan bantuan kursi roda. @istimewa
H. Sudirman atau Haji Uma menyerahkan bantuan kursi roda. @istimewa

LHOKSUKON – Muhammad Akbar, 9 tahun, bocah asal Gampong Mesjid, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, saban hari harus merayap sejauh 1 kilometer untuk sampai ke sekolahnya. Anak ketiga dari empat bersaudara ini tak bisa berjalan normal seperti bocah yang lain seusianya. Namun, setelah mendapat bantuan kursi roda dari H. Sudirman alias Haji Uma, anggota DPD RI, Kamis, 11 Januari 2018 malam, kini Akbar tak perlu merayap lagi ke sekolah.

“Sembilan tahun yang lalu, ketika mengandung untuk anak ketiga saya ini (Muhammad Akbar), dokter menyarankan agar saya melahirkan secara operasi, karena bobot anak saya ketika itu capai 4 kilogram. Namun karena tak punya uang untuk operasi, saya terpaksa melahirkan secara normal,” ujar Jannati, 35 tahun, ibu kandung Akbar.

Jannati menyebutkan, ia sempat kesulitan ketika melahirkan untuk Akbar, bahkan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dua anaknya sebelumnya.

“Sejak kecil anak saya itu mengeluarkan cairan di pinggang bagian belakang. Kata dokter harus segera dioperasi karena mengalami penyempitan saraf. Meskipun biaya operasi gratis, tapi untuk transportasi tak punya uang,” kata Jannati.

Sebagai seorang ibu, Jannati tak tega melihat anaknya merayap ke sekolah, bagian lututnya kerap berdarah dan kakinya kotor ketika sampai ke sekolah, tapi tak ada pilihan lain. Sebab tiap pagi Jannati harus bekerja menjadi buruh cuci pakaian dan menyediakan sarapan untuk tiga anaknya yang lain. “Anak saya tak minder. Meskipun kondisi fisiknya demikian, tapi dia anak yang cerdas,” ucap Jannati.

Jannati sangat bersyukur ketika Haji Uma mendatangi rumahnya dan mengantarkan bantuan kursi roda, dua seragam sekolah, buku dan atas. “Alhamdulillah, kini anak saya sudah bisa ke sekolah dengan adanya bantuan kursi roda dari Haji Uma.,” katanya. Apalagi mengaku sudah lama mengurus bantuan kursi, termasuk ke sejumlah anggota dewan dan dinas, tapi sampai sekarang tak mendapatkannya.

Sementara Haji Uma menyebutkan, dia mendapat informasi dari warga ada bocah yang harus merayap ketika ke sekolah, karena itu membutuhkan bantuan kursi roda. Dirinya  langsung berkomunikasi dengan Dinas Sosial Aceh untuk menanyakan bantuan kepada anak tersebut.

“Ketika saya minta KTP dan KK, pihak keluarga agak keberatan, karena sebelumnya mengaku ada yang juga meminta, tapi bantuannya tidak ada,” katanya.

Tapi Haji Uma langsung menegaskan, jika dirinya tak mendapatkan kursi roda dari pemerintah, akan mengeluarkan dana pribadinya membeli kursi untuk anak tersebut.

“Ketika kita sampaikan Kepala Dinas Sosial Alhudri, dia merespon dan bersedia membantu. Langsung kita tugaskan staf untuk membawa bantuan tersebut dari Banda Aceh ke Aceh Utara guna dapat kita serahkan kepada bocah itu,” katanya.

Haji Uma juga menyerahkan bantuan pribadinya dalam bentuk uang, tas, dua seragam sekolah, dan buku. Bantuan itu langsung diantar Haji Uma pada Kamis (11/1) malam ke rumah bocah tersebut sekaligus untuk melihat dan memotivasi agar anak itu tetap rajin sekolah.

“Saya sedih mendengar dan ketika melihat kondisi bocah tersebut. Karena itu langsung mengantar bantuan meskipun sudah malam, supaya anak itu tetap bisa sekolah,” pungkas Haji Uma.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.