26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sengketa DCT: Permohonan Ditolak Panwaslih, Ini Kata Ketua PNA Lhokseumawe

...

  • Fazil
  • 25 October 2018 09:45 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Panwaslih Lhokseumawe menolak permohonan Ardiansyah, caleg dari PNA. Mantan narapidana narkoba itu menggugat SK KIP Lhokseumawe tentang Penetapan Datar Calon Tetap Anggota DPRK, karena nama dirinya tidak masuk dalam DCT itu.  

Putusan menolak permohonan Ardiansyah itu dibacakan oleh majelis sidang ajudikasi penyelesaian sengketa proses pemilu, di Kantor Panwaslih Lhokseumawe, Kamis, 24 Oktober 2018. Majelis sidang diketuai Teuku Zurkarnaen, sedangkan anggotanya Muzakir dan Sofhia Annisa. Sidang itu dihadiri Kuasa Hukum Pemohon, Mahadir, S.H., dan Zulfa Zainuddin, S.HI. Turut hadir pihak termohon Ketua KIP Lhokseumawe, Mohd. Tasar, komisioner KIP, Muchtar Yusuf, Mulyadi, dan T. Marbawi.

"Seluruh permohonan pihak pemohon itu tidak bisa dikabulkan. Dalam permohonan mereka (PNA) meminta saudara Ardiansyah itu dimasukkan kembali dalam Daftar Calon Tetap (DCT) dan kemudian mencabut SK (KIP). Namun dalam persidangan terakhir bahwa majelis memutuskan semua permohonan dimaksudkan itu ditolak. Artinya, yang bersangkutan itu tidak bisa dimasukkan dalam DCT," kata Ketua Panwaslih Lhokseumawe, Teuku Zurkarnaen, kepada wartawan, usai sidang ajudikasi tersebut.

Zurkarnaen menjelaskan, berdasarkan fakta dalam persidangan, KIP Lhokseumawe tidak memasukkan nama Ardiansyah ke dalam DCT lantaran mantan napi narkoba itu tidak mencukupi syarat sesuai ketentuan berlaku.

Kuasa Hukum Pemohon, Mahadir, menyebutkan, pihaknya melihat dalam fakta persidangan bahwa yang diuji oleh majelis bukan persoalan SK KIP tentang Penetapan DCT. Padahal, dalam salinan permohonan jelas tercantumkan pihaknya meminta untuk mengoreksi ataupun membatalkan SK KIP. "Ternyata dalam persidangan pihak majelis sidang menerjemahkan berkenaan dengan persyaratan (bagi caleg yang mantan napi) narkoba dan (yang bersangkutan) tidak mengumumkan di media massa. Itu di luar permohonan yang diajukan," ujarnya.

Seharusnya, kata Mahadir, majelis sidang memeriksa berdasarkan salinan permohonan dari pihak pemohon. "Ini putusan yang dibacalan tersebut bahkan sebaliknya, dan tidak sesuai dari permohonan dimaksud," kata Mahadir.

Sementara itu, Ketua DPW PNA Lhokseumawe, Dedi Safrizal, mengungkapkan kekecewaanya terhadap putusan Panwaslih Lhokseumawe. "Yang dituntut masalah lain, dan diputuskan persoalan lain. Ini yang disayangkan atas sikap Panwaslih yang menolak permohonan yang kita ajukan tersebut," ujar Dedi Safrizal.[]
 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.