21 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Serahkan 41 Sertifikat Tanah Wakaf di Aceh, Ini Kata Menteri Sofyan Djalil

...

  • ANTARA
  • 16 February 2019 10:50 WIB

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. Foto dok. Antara News/Aji Cakti
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. Foto dok. Antara News/Aji Cakti

MEULABOH - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil, menyerahkan 41 sertifikat tanah kepada penerima wakaf untuk beberapa kabupaten di Aceh. Penyerahan sertifikat tanah wakaf tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, di Meulaboh, 15 Februari 2019.

Penyerahan itu disaksikan Bupati Aceh Barat, Bupati Nagan Raya, perwakilan Bupati Aceh Jaya, Kakanwinl Pertanahan Aceh, dan Kasrem 012/Teuku Umar.

"Pada tahun 2025 seluruh tanah sudah terdaftar dan bersertifikat sehingga tidak ada lagi gusur-menggusur, serobot-menyorobot sehingga masyarakat dapat tenang karena hak-hak mereka terlindungi oleh negara," ujar Sofyan.

"Sekarang ini sudah banyaknya masyarakat yang telah sadar betapa pentingnya sertifikat tanah itu, karena dengan adanya sertifikat, akta tanah merupakan hak yang sah dalam kepemilikan status tanah," katanya.

Selain itu, kata Sofyan, dengan adanya sertifikat tanah, masyarakat dapat mengajukannya sebagai agunan untuk peminjaman uang di bank, untuk kemudian membuka usaha.

Berkenaan dengan penyerahan sertifikat tanah wakaf itu, diharapkan tidak ada lagi tanah wakaf yang digugat oleh keluarga dari pemberi wakaf sehingga aman dan dapat bermanfaat bagi masyarakat. "Pemerintah menargetkan seluruh tanah wakaf dan seluruh tanah harta agama dapat bersertifikat, sehingga tidak ada pihak-pihak yang kemudian datang menggugat tanah yang telah diwakafkan kepada agama," katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah mengeluarkan produk pendaftaran dan sertifikat pada 2017 sebanyak 5,4 juta, pada 2018 sebanyak 9,3 juta, dan target pada 2019 sebanyak 11 juta, sedangkan pada 2025 ditargetkan seluruh tanah sudah bersertifikat.

Reporter: Anwar.[]Sumber: antaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.