02 June 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Serahkan Masker-Hand Sanitizer, Pemprov: Pos Pemeriksaan di Subulussalam Luar Biasa Jadi Percontohan

...

  • SUDIRMAN
  • 21 May 2020 13:00 WIB

SUBULUSSALAM - Pos Perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara (Sumut) menjadi perhatian khusus Pemerintah Aceh untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 masuk ke Aceh karena Kota Subulussalam pintu masuk dari Sumut menuju Aceh.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerjasama, Darmansyah S.Pd., M.M., kepada portalsatu.com usai menyerahkan 1.000 masker dan hand sanitizer kepada petugas medis di Pos Perbatasan Aceh-Sumut tepatnya Timbangan Perhubungan di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis, 21 Mei 2020.

Penyerahan bantuan masker dan hand sanitizer itu diterima langsung Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E., didampingi Wakil Wali Kota Drs. Salmaza, M.A.M., dan sejumlah petugas medis di Pos Perbatasan Aceh-Sumut.

Kedatangan utusan Pemprov Aceh ke Subulussalam, khusus menyerahkan masker dan hand sanitizer, karena Pos Perbatasan Aceh-Sumut di Kota Subulussalam menjadi pusat perhatian Pemprov Aceh, untuk memutus mata rantai virus Corona SARS CoV-2.

"Saya ditugaskan khusus untuk ke Subulussalam, karena Pos Perbatasan ini pintu masuk menuju Aceh, untuk memeriksa semua orang masuk. Ini salah satu upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Darmansyah.

Upaya Pemerintah Aceh dan Kota Subulussalam dalam melakukan percepatan dan penanganan Covid-19 harus saling terhubung dan terkoneksi dengan baik, agar mata rantai penyebaran Covid-19 bisa terputus dengan baik. 

Saat ini Aceh merupakan salah satu provinsi yang paling sedikit terjangkit Covid-19. Jumlah pasien di Aceh yang positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 18 orang, 15 di antaranya sudah pulih kembali seperti semula. Satu orang meninggal dunia, dan dua pasien lagi sedang di rawat di RSUDZA Banda Aceh.

"Kenapa paling sedikit, karena kita serius dan sama-sama melawan Covid-19. Pemerintah bekerja keras melakukan upaya pencegahan dan masyarakat juga patuh," ungkap Darmansyah.

Mantan Kadispora Aceh ini menyebutkan proses pemeriksaan di Pos Perbatasan di Subulussalam sangat baik dan diharapkan menjadi contoh untuk pos pemeriksaan bagi kab/kota lainya di Aceh.

Di lokasi timbangan tersebut akses jalan nasional dari Sumut menuju Aceh langsung di blok (ditutup), tidak ada pilihan lain semua armada angkutan umum dan mobil pribadi terpaksa berhenti di Pos Perbatasan.  Sehingga setiap mobil keluar masuk harus melewati pos pemeriksaan.

"Pos pemeriksaan ini sangat luar biasa, pengaturannya pun bagus. Setiap mobil masuk berhenti tanpa kecuali, kami atas nama Pemerintah Aceh apresiasi kepada Pemerintah Kota Subulussalam," ucap Darmansyah mengapresiasi Pos Perbatasan pemeriksaan suhu tubuh di Jontor, Kota Subulussalam.

Sementara Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang menyambut baik kedatangan utusan Pemprov Aceh ke Bumi Sada Kata, sekaligus menyerahkan masker dan hand sanitizer kepada tenaga medis. 

Bintang mengatakan, petugas medis di Pos Perbatasan melakukan pemeriksaan 24 jam setiap mobil masuk dari Sumut dilakukan pemeriksaan dan pengecekan suhu tubuh.

Walkot juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Aceh terhadap Pos Perbatasan di Kota Subulussalam, untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Di hadapan Staf Ahli Gubernur, Bintang juga menyampaikan bantuan seperti masker dan hand sanitizer sangat dibutuhkan petugas medis yang sedang menjalankan tugas di Pos Perbatasan Aceh-Sumut.

Selain masker dan hand sanitizer, Pemko Subulussalam juga menyampaikan permohonan bantuan mobil ambulance khusus untuk mengevakuasi pasien yang positif yang terjangkit Covid-19.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.