22 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Seribu Ton Beras dari Petani Aceh Siap Dikirim ke Suriah

...

  • PORTALSATU
  • 12 March 2018 16:30 WIB

JANTHO -- Untuk sekian kalinya, Aceh bergerak dan beraksi nyata dalam menanggapi krisis kemanusiaan di beberapa negara yang didera konflik. Kali ini sejumlah petani Aceh turut berkontribusi dengan menyiapkan seribuan ton beras berkualitas terbaik hasil panen raya musim ini. Beras tersebut akan dikirimkan untuk para pengungsi Suriah melalui program Kapal Kemanusian Suriah yang digagas lembaga Aksi Cepat Tanggap Indonesia.

Seribu ton beras KKS dipanen dari lahan pertanian seluas 340 hektare dengan melibatkan sekitar lima ribu petani lokal. Mereka tersebar di sembilan kabupaten yang ada di Aceh. Seluruh kabupaten tersebut adalah Bireun, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Timur, Meulaboh, Nagan Raya, dan Abdya.

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail mengatakan, proses persiapan beras KKS yang bertepatan dengan puncak panen raya di Aceh amat membantu para petani. Hal ini disampaikan Husaini Ismail dalam seremoni panen raya dan pengepakan beras KKS di  Gampong Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 12 Maret 2018. Beras kualitas terbaik dibeli di atas Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, momen KKS ini sangat membantu petani untuk kestabilan harga. Biasanya saat panen, harga gabah turun. Program KKS turut menjaga harga jual gabah di kisaran yang cukup tinggi, sehingga menguntungkan petani,” ujar Husaini melalui keterangan tertulis.

Keikutsertaan para petani Aceh dalam program Kapal Kemanusiaan merupakan yang pertama kalinya. Menurut Husaini, mereka begitu antusias untuk membantu mengirimkan seribu ton beras ke ke Turki, tempat Kapal Kemanusiaan Suriah berlabuh. Hal ini mengingat adanya hubungan diplomatik dan sosial yang erat antara masyarakat Aceh dan Turki bahkan sejak ratusan tahun silam.

“Ikatan sejarah antara Aceh dan Turki cukup kuat, baik dalam hal diplomasi maupun perdagangan dan sosial. Pengiriman beras KKS ini seperti mengulang sejarah. Kakek buyut orang Aceh dulu mengirim lada ke Turki pada zaman Turki Usmani. Generasi sekarang mengirim beras kepada para pengungsi Suriah, baik yang berada di perbatasan Turki-Suriah maupun di Suriah, via Turki,” tutur Husaini.

Bantuan seribu ton beras yang akan dikirim KKS menjadi ikhtiar bersama bangsa Indonesia dalam merespons tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Suriah yang ada di Ghouta Timur.  Sekitar 400 ribu penduduk sipil Ghouta Timur masih terperangkap dalam zona konflik, yang mana situasinya memanas sejak Minggu, 18 Februari 2018 lalu.

Sementara itu, korban jiwa akibat serangan udara yang intens selama beberapa pekan terakhir telah mencapai lebih dari 900 orang. Hal ini berdasarkan data yang dirilis oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), Kamis, 8 Maret 2018.

N. Imam Akbari selaku Senior Vice President ACT menekankan bahwa kondisi tragedi kemanusiaan tengah berlangsung di Ghouta Timur. Manusia-manusia paling rentan, khususnya anak-anak, setiap saat harus meregang nyawa.

“Ini saatnya kita beraksi atas nama kemanusiaan. Tidak ada alasan bagi kita untuk membantu dalam konteks kemanusiaan, meskipun yang kita tolong berasal dari latar belakang yang berbeda. Kami Lembaga kemanusiaan, tugas kami beraksi menolong korban konflik dan mengajak banyak orang untuk peduli bersama. Kami, insya Allah berikhtiar semaksimal mungkin untuk mencapai Suriah, bekerja sama dengan mitra-mitra kami,” terang Imam.

Kapal Kemanusiaan Suriah akan lepas sauh di Pelabuhan Belawan, Medan, pada 21 April 2018. Menurut Insan Nurrohman selaku Vice President ACT sekaligus Penanggung Jawab Kapal Kemanusiaan Suriah, KKS rencananya akan berlabuh di Pelabuhan Mersin, Turki.

“Seribu ton beras akan diangkut oleh 40 kontainer yang ada di gudang beras kami di Aceh. Insya Allah, 40 kontainer ini akan kami lepas secara resmi pada 18 April mendatang, menuju Pelabuhan Belawan, Medan. Insya Allah, pada 21 April nanti, seribu ton beras itu siap dilayarkan menuju Turki,” jelas Insan Nurrohman.

Selain menggagas Kapal Kemanusiaan Suriah untuk merespons krisis di Ghouta Timur, ACT juga telah mengirimkan Tim Sympathy of Solidarity (SOS) for Syria XIV (empat belas) pada akhir Februari lalu. Bantuan kemanusiaan berupa dapur umum dan bantuan musim dingin terus didistribusikan di perbatasan Turki dan Suriah hingga kini. Bantuan serupa juga menyapa pengungsi Suriah yang masih terperangkap dalam bungker-bungker dan rumah mereka di Ghouta Timur.

Selain menyediakan bantuan pada fase tanggap darurat, ACT tengah mempersiapkan program bantuan jangka panjang untuk pengungsi Suriah. Program tersebut bernama Indonesia Humanitarian Center (IHC). IHC rencananya akan fokus pada penyediaan bantuan dasar seperti pangan dan medis. Untuk tahap awal, bantuan logistik yang akan disediakan berjumlah seribu ton pangan.

“Karena seperti yang kita tahu, perang saudara di Suriah sudah berjalan selama tujuh tahun dan kita tidak tahu kapan ini akan berakhir. Oleh karena itu, kami gulirkan program jangka panjang ini untuk bisa mensuplai kebutuhan logistik pengungsi Suriah yang serba terbatas," kata Imam.[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.