31 March 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sering Diajak Salat, Alfaro Akhirnya Jadi Mualaf

...

  • portalsatu.com
  • 21 February 2020 09:00 WIB

Hidayah yang Allah berikan memang tidak pernah memandang siapapun. Bisa jadi orang yang sudah berumur bahkan remaja. Salah satunya adalah Alfaro Christi, remaja pria yang tahun ini resmi menjadi mualaf.

Kepada Okezone Alfaro menceritakan, bagaimana awal mula akhirnya ia memutuskan berpindah keyakinan menjadi seorang mualaf.

"Saya juga masih enggak menyangka bisa secepat ini. Awalnya dari teman-teman sepermainan saya," ujarnya saat ditemui di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Pusat belum lama ini.

Kala itu Alfaro seperti biasa bermain dengan teman-teman seusianya, dan kebetulan mereka (red. teman-temannya) mayoritas muslim. Meski demikian mereka berkawan seperti pada umumnya, tidak memandang apa keyakinan yang dimiliki.

Saat waktu salat tiba, sebagai seorang muslim, teman-teman Alfaro bergegas untuk melaksanakan salat fardhu. Bahkan mereka sering mengajaknya untuk wudhu dan salat berjamaah di masjid.

"Waktu itu saya sering diajak wudhu bareng, salat juga. Bahkan saya sudah pernah beberapa kali ikut Salat Jumat, masuk masjid padahal kan saya bukan orang Islam. Hampir semua orang di dalam masjid ngeliatin saya kenapa bisa ikut Salat Jumat. Tapi saya tetap lanjutkan," tuturnya.

Kebiasaan ajakan temannya itu untuk salat berjalan satu tahun lamanya. Hingga pada suatu hari Alfaro tiba-tiba mulai tersadar, mengapa selama ini ia mau saja diajak teman-teman muslimnya untuk beribadah. Bahkan ia mulai belajar wudhu, salat dan lainnya yang berkaitan dengan agama Islam.

Keanehan itu semakin terasa. Sempat terbesit di dalam hatinya apakah ini adalah panggilan murni dari Allah bahwa sudah saatnya Alfaro memeluk agama Islam. Namun saat itu ia takut mengungkapkan keinginannya itu kepada keluarganya, sebab ia takut akan bersinggungan dengan keyakinan keluarganya.

"Saya juga bingung mau bilang orangtua juga takut. Tapi saya masih suka ikut-ikutan teman muslim saya. Saya disunat pun diam-diam, sekitar SD atau SMP," ujar remaja 18 tahun ini.

Akhirnya ia pun memberanikan diri untuk mengatakan kepada ibunya, bahwa Alfaro ingin menjadi mualaf. Di usianya yang masih sangat muda ia sadar betul akan risiko yang akan didapat, jika mengatakan kepada keluarganya ingin berpindah keyakinan.

Namun ternyata respons lain yang Alfaro dapatkan, ternyata ibunya, Sri Sayati juga memikirkan hal yang sama, ingin jadi mualaf kala itu.

"Setelah saya memeberanikan diri bilang ke ibu, ternyata ibu saya juga memikirkan hal yang sama ingin pindah agama ke Islam. Saya kaget, saya tidak menyangka akhirnya seperti itu," ucapnya.

Akhirnya pada Jumat, 14 Februari 2020 ia membaca dua kalimat syahadat bersama ibunya di Masjid Lautze. Mereka dibimbing oleh pembina mualaf untuk membaca dua kalimat syahadat.

Meski awalnya Alfaro terbata-bata saat membaca syahadat, perlahan ia pun berhasil melafalkannya.

Setelah resmi jadi mualaf Alfaro pun diberikan nama Islam, yaitu Umar Alfaruq dan ia pun berharap dengan nama barunya itu akan lebih memotivasinya untuk lebih bertakwa dan istiqamah di jalan Allah.[]Sumber:okezone.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.