22 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Setelah Berwudu, Kakek di Abdya Hilang Misterius

...

  • Rino
  • 17 December 2018 08:30 WIB

Pembina UKM Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UTU), Irsadi Aristora. Foto: Istimewa
Pembina UKM Penanggulangan Kebencanaan Universitas Teuku Umar (UTU), Irsadi Aristora. Foto: Istimewa

ABDYA - Ramli bin Makam (70), diduga hilang misterius di sebuah pesantren yang ada di permukiman terpencil di Dusun Aceh Kongsi, Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Ramli hilang sesaat setelah dirinya mengambil air wudu menjelang salat Magrib, di sebuah surau yang ada di pesantren tersebut. Dia diketahui sedang menjalani pengobatan di pesantren yang dikenal oleh warga dengan sebutan pesantren 'Aceh Kongsi'.

Ramli yang saat berobat ditemani istrinya dilaporkan hilang sejak Rabu, 12 Desember 2018, malam. Sang istri mengaku masih sempat melihat suaminya saat dia sedang mencuci kaki. Namun Ramli kemudian lenyap bak ditelan bumi.

Warga setempat sempat melakukan pencarian, tapi pria itu tidak ditemukan. Upaya pencarian dengan mengerahkan tim yang lebih besar dilakukan sejak Jumat, 14 Desember 2018.

Pencarian melibatkan BPBD Abdya, Basarnas Pos Meulaboh, Tagana Dinsos Abdya, Satgas SAR, RAPI, personel TNI, Polri, serta UKM Penanggalangan Kebencanaan dari Universitas Teuku Umar (UTU).

Pembina UKM Penanggulangan Kebencanaan UTU, Irsadi Aristora, mengatakan, pencarian dilakukan dengan menyisir wilayah permukiman dan kawasan pegunungan setempat.

Tim juga menyisir aliran sungai kawasan tersebut dan menelusuri lintasan dari Ie Mirah, Babahrot sampai KM 30, lokasi perbatasan Kabupaten Abdya dengan Kabupaten Gayo Lues (Galus). Hingga hari ini, upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Irsadi menepis kalau yang bersangkutan hilang karena faktor mistis. Kendati demikian, dia tak membantah, desas-desus yang demikian berembus dan sempat menyelimuti proses pencarian yang bersangkutan.

"Hilangnya yang bersangkutan tidak bisa dikatakan ada kaitan dengan hal-hal mistis, karena itu bertentangan dan tidak masuk dalam nilai-nilai akademis. Kita tetap mencari saja secara kemanusiaan," ujar Irsadi.

Kapolsek Babahrot, Iptu Rizal Firmansyah, mengungkapkan, yang bersangkutan sudah pernah dilaporkan menghilang, dan ditemukan di kawasan Jalan Gunung Trans.

"Yang bersangkutan menurut keluarga sering lupa ingatan. Kalau jalan, jalan saja dia, tidak ingat ke belakang. Ini masih terus dicari. Belum ditemukan," kata Rizal kepada portalsatu.com, 16 Desember 2018, malam.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.