28 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Setelah Dua Tahun, Polisi Ungkap Kasus Mantan Suami Bunuh Istri

...

  • Win Porang
  • 15 October 2020 20:34 WIB

Polisi membawa tersangka ke TKP di Ise-Ise Kabupaten Aceh Tengah untuk oleh perkara [Foto: Win Porang]
Polisi membawa tersangka ke TKP di Ise-Ise Kabupaten Aceh Tengah untuk oleh perkara [Foto: Win Porang]

Aparat Kepolisian dari Polres Gayo Lues berhasi mengungkap kasus pembunuhan seorang perempuan oleh mantan suaminya. Polisi berhasil menemukan tengkorak korban setelah menangkap pelakunya.

BLANGKEJEREN – Kasus hilangnya seorang perempuan warga desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues yang terjadi pada tahun 2018 lalu, akhirnya berhasil dibongkar oleh pihak kepolisian. Ternyata ia dibunuh oleh mantan suaminya sendiri.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam bersama Kasat Reskrim Iptu Irwansyah, Kamis, 15 Oktober 2020 saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tersangka di Kabupaten Aceh Tenggah mengatakan, tersangka kasus pembunuhan yang diamankan bernama Ariska Apandi alias Gok (25) warga Desa Kute Baru, Kecamatan Lingge, Aceh Tenggah.

"Kemudian korban yang dibunuhnya bernama Sawari (17) warga desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, kasus pembunuhan ini terjadi hari Jumat tanggal 28 Desember 2018 silam, saat itu posisi antaran korban dan tersangka sudah pisah, dan masih berkomunikasi," kata Kapolres.

Dilanjutkan Kasat Reskrim Iptu Irwansyah, pengungkapan kasus itu bermula dari laporan orang tua korban atas nama Ridwan warga desa Badak pada bulan Juli tahun 2020, kemudian dilakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

"Dari beberapa saksi yang kita periksa, tersangkanya mengarah kepada mantan suami korban, sehingga kita datanggi dia di kediamannya di Aceh Tengah, dan kita lakukan pemeriksaan, setelah satu jam diperiksa, akhirnya ia mengaku telah membunuh mantan istrinya, dan jasatnya dibuang ke semak-semak di dekat pemukiman Ise-Ise, tepatnya sebelah kiri jalan dari arah Gayo Lues menuju Aceh Tengah," ungkapnya.

Mendapat informasi itu, tim yang langsung dipimpin Kapolres Gayo Lues langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), di sana, Polisi menemukan tengkorak korban dan beberapa bagian tulang yang sudah tidak utuh, dan polisi bersama tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) langsung mengumpulkan tulang dan baju yang tersisa untuk diperiksa dan disaerahkan kepada keluarga korban.

Sementara Ariska Apandi alias Gok (25) warga Desa Kute Baru, kecamatan Lingge, Aceh Tenggah yang ditetapkan sebagai tersangka  mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukannya akibat sakit hati kepada orang tua mantan istrinya yang tidak pernah menyukainya.

"Saya sakit hati kepada keluarga mantan istri saya itu, karna itu kami bercerai, kemudian kami bertemu lagi akhir tahun 2018 setelah bercerai selama satu tahun, dan mantan saya minta ikut saya, sehingga saya bawa dia ke lokasi ini, dan sebelum saya bunuh, saya sudah merencanakanya dengan membeli pisau, setelah saya bunuh, jasatnya saya buang ke semak anak sungai ini, dan sepeda motor jenis Supra X 125 miliknya saya jual dengan harga Rp 7 juta kepada warga Takegon," akunya.

Akibat perbuatanya, tersangka terancam hukuman penjara di atas 15 tahun penjara karena melakukan pembunuhan berencana. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif lainya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.