20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Abdullah Puteh Vs KIP Aceh
Sidang Ajudikasi Sengketa Pemilu: 2 Saksi Tak Hadir, Pemohon Serahkan Kesimpulan

...

  • Fazil
  • 07 August 2018 16:25 WIB

Sidang lanjutan ajudikasi permohonan penyelesaian sengketa pemilu di Kantor Panwaslih Aceh, Selasa, 7 Agustus 2018. @Fazil/portalsatu.com
Sidang lanjutan ajudikasi permohonan penyelesaian sengketa pemilu di Kantor Panwaslih Aceh, Selasa, 7 Agustus 2018. @Fazil/portalsatu.com

BANDA ACEH – Sidang ajudikasi permohonan penyelesaian sengketa pemilu antara bakal calon anggota DPD RI, Abdullah Puteh selaku pemohon dan KIP Aceh sebagai termohon, kembali digelar di Kantor Panwaslih Aceh, Selasa, 7 Agustus 2018, pagi.

Sidang kali ini beragendakan mendengar keterangan dua saksi tambahan dari pihak pemohon sebagaimana disepakati dalam sidang kemarin (Senin). Namun, ternyata dua saksi tersebut tidak hadir.

Sidang dipimpin Ketua Majelis, Dra. Zuraidah Alwi, M.Pd., yang juga Koordinator Divisi Sengketa Panwaslih Aceh, didampingi Ketua Panwaslih, Faizah, S.P., dan anggota Panwasih, Nyak Arif Fadillahsyah, S.Ag., M.H., dan Marini, S.Pt. 

Pemohon (Abdullah Puteh) turut hadir langsung bersama penasihat/kuasa hukumnya, Darwis, S.H., Zulfikar Sawang, S.H., Putra Aguswandi, S.HI., M.H., dan Muhammad Ramadhan, S.H., M.H. Sedangkan dari pihak termohon dihadiri Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi, dan stafnya.

Setelah membuka sidang, majelis menanyakan kepada pemohon apakah dua saksi lagi ada hadir. 

Menanggapi pertanyaan itu, Darwis mengatakan, "Setelah kita mengevaluasi akhirnya memutuskan untuk menghadirkan langsung Bapak Abdullah Puteh dalam persidangan, karena saksi berhalangan hadir".

Namun majelis sidang tetap berpegang pada kesepakatan sebelumnya (kemarin), bahwa sesuai agenda sidang hari ini mendengarkan keterangan dua saksi tambahan dari pihak pemohon.

"Kita sudah menyepakati bersama pada sidang kemarin, sesuai skedul yang sudah direncanakan hari ini agendanya mendengarkan keterangan dua orang saksi. Kerena saksi belum bisa dihadirkan, agar pemohon menyampaikan secara tertulis kepada (majelis) apa alasannya sehingga tidak dapat hadir kedua saksi tersebut," ujar Ketua Majelis Sidang, Zuraidah Alwi.

Baca juga: Sidang Ajudikasi Sengketa Pemilu: 2 Saksi Hadir, 2 Saksi Besok

Majelis kemudian memutuskan sidang ditunda dan memberikan waktu untuk pemohon sampai pukul 16.00 WIB untuk menyerahkan kesimpulan kepada majelis atau Panwaslih Aceh.

Memadai

Penasihat Hukum Abdullah Puteh, Zulfikar Sawang, mengatakan, kedua saksi berhalangan hadir dalam persidangan, dan itu tidak menjadi persoalan yang berarti. Dalam persidangan kemarin pun, kata dia, sudah sangat memadai dan lengkap dari penjelasan saksi ahli, Zainal Abidin.

"Artinya, ada saksi dan ahli. Yang LO/penghubung (Mukhtar Rodi) itu merupakan saksi yang menerangkan fakta. Sedangkan saksi ahli (Zainal Abidin) itu sebagai pemberi pendapat tentang perundang-undangan serta ahli dalam urusan pemilu. Maka kita rasa sudah cukup memadai dari penjelasan saksi yang dihadirkan kemarin," kata Zulfikar Sawang kepada portalsatu.com, usai sidang ajudikasi itu, Selasa, 7 Agustus 2018.

Zulfikar menyebutkan, tahapan selanjutnya, hari ini pihaknya akan menyerahkan konklusi atau kesimpulan kepada Panwaslih Aceh.

"Setelah itu kemudian kita menunggu putusan dari Panwaslih. Saya kira tidak perlu berandai-andai berkenaan putusan tersebut, karena kalau berandai kami yakin sekali permohonan itu diterima. Karena tidak ada logika yang mewajibkan ini ditolak, kita kan sudah mengikuti persidangan ini secara menyeluruh bahwa  PKPU itu sepertinya normanya tunggal dan tidak bisa dikaitkan dengan norma yang lain, apalagi dengan peraturan yang lebih tinggi," ungkap Zulfikar.

Artinya, menurut Zulfikar, Peraturan KPU—yang melarang mantan terpidana korupsi mencalonkan diri sebagai anggota DPD Pemilu 2019—itu bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.