24 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sidang Pemeriksaan Empat Terdakwa: 'Sabu 25 Kg Milik Abu Mul'

...

  • Fazil
  • 22 January 2020 23:00 WIB

Sidang pemeriksaan empat terdakwa. Foto: Fazil/portalsatu.com
Sidang pemeriksaan empat terdakwa. Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Terdakwa perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram menjalani sidang pemeriksaan terhadap mereka di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Rabu, 22 Januari 2020, sore.

Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sulaiman M., S.H., M.H., didampingi hakim anggota, M. Yusuf, S.H., M.H., dan Mukhtari, S.H., M.H. Empat terdakwa yakni Asnawi Idris (39), Nurdin Kadir (50), Nurdin (29), ketiganya warga Aceh Utara, dan Saiful Anwar (44), warga Langsa, didampingi penasihat hukumnya, Agung Setiawan, S.H., Doddy Ermawan, S.H. (Kantor Advokad Agung Setiawan dan Partners Advokat-Legal Consultant). Dari JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe dihadiri Fakhrillah, S.H., M.H., dan Hefandra Busrian, S.H.

Fakhrillah mengatakan, dari persidangan itu pihaknya tidak menemukan adanya sikap kooperatif dari para terdakwa. Artinya, mereka memberikan keterangan yang tidak konsisten atau berubah-ubah, dimana dalam persidangan ini terdakwa mengaku tidak tahu ada sabu di kapalnya. Namun, dari satu sisi ketika menjadi saksi mereka menyatakan pemilik sabu itu adalah Abu Mul (belum tertangkap).

"Kita juga menemukan fakta bahwa terdakwa Asnawi Idris ikut menganjurkan kepada ketiga terdakwa lainnya untuk menerima sabu tersebut dari Malaysia melalui seorang agen dan Malek atau teman Abu Mul. Pada dasarnya mereka memang mengakui apa keterangan yang telah diberikan pada tingkat penyidikan sebelumnya. Namun, kita mendapatkan suatu fakta bahwa ada suatu kerja sama yang begitu erat dalam rangkaian perbuatannya untuk membawa pulang naktotika jenis sabu 25 kg dari Malaysia melalui jalur laut," kata Fakhrillah kepada para wartawan usai sidang itu.

Fakhrillah menjelaskan, kerja sama itu antara terdakwa Asnawi dengan Abu Mul. Keterlibatan Asnawi pihaknya melihat bermula saat pertemuan dengan Abu Mul di kawasan Simpang Dama, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, beberapa bulan lalu. Soal kepemilikan sabu tersebut mereka (para terdakwa) secara bersama-sama mengaku itu adalah milik Abu Mul.

"Terdakwa Asnawi mengakui ketika itu Abu Mul meminta pinjam uang Rp4 juta dari Asnawi untuk biaya keberangkatan. Dia (Asnawi) juga menganjurkan kepada ketiga terdakwa lainnya (Saiful Anwar, Nurdin Kadir dan Nurdin) untuk membawa pulang sabu itu dari Malaysia ke Aceh Utara," ujar Fakhrillah.

Penasihat hukum keempat terdakwa, Agung Setiawan, menyebutkan dalam persidangan kali ini secara bersama-sama telah melihat dan terungkap siapa pemilik sabu itu yang sebenarnya. "Kepemilikannya adalah Abu Mul yang saat ini masih buron (DPO), karena dalam persidangan sudah terungkap semuanya dari adanya pertemuan antara terdakwa Asnawi dengan Abu Mul dan sebagainya".

"Akan tetapi kita juga berharap semoga diberikan keadilan terhadap para terdakwa itu seringan-ringan mungkin. Sedangkan peran terdakwa Asnawi berdasarkan fakta persidangan, bahwa dia hanya mengingatkan terhadap terdakwa Saiful Anwar dan kawan-kawan dengan istilahnya 'kalau kamu mau mengambil, ya silakan'. Artinya, tidak ada kaitannya atas kepemilikan sabu dari Asnawi itu," ujar Agung Setiawan.

Menurut Agung, kini sudah terungkap siapa dalang (pemilik sabu) sebenarnya. "Tetapi ketika terjadi pertemuan antara Abu Mul dengan terdakwa Asnawi itu hanya meminjam uang Rp4 juta untuk biaya pergantian oli kapal atau boat. Jadi, dalam pertemuan itu juga tidak ada yang menjanjikan atau memberikan sesuatu apabila sabu itu berhasil diloloskan para terdakwa".

"Pada dasarnya tiga terdakwa (Saiful, Nurdin Kadir, Nurdin) itu mereka tidak mengetahui juga ada sabu dalam kapal (boat), tetapi di tengah perjalanan di laut dari Malaysia menuju Aceh Utara ternyata ada sabu di dalam boat sehingga mereka tertangkap. Untuk itu kita berharap setidaknya keempat terdakwa itu mendapat keadilan yang seringan-ringannya terhadap fakta dalam persidangan," ucap Agung Setiawan.

Sidang selanjutnya diagendakan pembacaan tuntutan JPU terhadap keempat terdakwa, Rabu, 29 Januari 2020.

Empat terdakwa itu menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum di PN Lhokseumawe, Rabu, 11 Desember 2019, sore.(BacaEmpat Terdakwa Perkara Sabu 25 Kg Disidangkan di Pengadilan  Lhokseumawe)[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.