15 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sidom Peng: Utang 2017 Harus Dibayar 2018 Rp220 Miliar

...

  • PORTALSATU
  • 05 January 2018 00:55 WIB

Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf (Sidom Peng). @Dok. portalsatu.com/Cut Islamanda
Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf (Sidom Peng). @Dok. portalsatu.com/Cut Islamanda

LHOKSEUMAWE – Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf alias Sidom Peng, mengatakan, utang pemerintah setempat kepada pihak ketiga tahun 2017 yang harus dibayar dengan anggaran 2018 mencapai Rp220 miliar.

“Total utang (2017) yang harus dibayar di 2018 sekitar Rp220 miliar sekian,” ujar Sidom Peng menjawab portalsatu.com di Gedung DPRK Aceh Utara, Kamis, 4 Januari 2018, sore.

Menurut Sidom Peng, sebagian besar utang kepada pihak ketiga merupakan dana proyek fisik. “Yang terutang le ke fisik,” katanya.

Selain utang dana proyek fisik, Sidom Peng melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga belum membayar honorarium geuchik untuk enam bulan atau dua triwulan tahun 2017. “Kemarin mewakili Forum Geuchik datang ke kantor (ruangan kerja wakil bupati). Saya jelaskan, kemungkinan paling telat kita selesaikan awal bulan dua (Februari 2018),” ujar Sidom Peng.

Sidom Peng menyebutkan, utang kepada pihak ketiga berupa dana proyek fisik dan kegiatan lainnya, juga akan dibayar mulai Februari 2018. “Mungkin mulai bulan dua sudah kita lakukan terus (pembayaran). Karena sikap kita, (dengan APBK) murni 2018 selesai, ada yang ditunda sampai perubahan (APBK) 2018. Di murni hampir 70 persen, di perubahan mungkin bisa 30 persen,” katanya.

Menurut Sidom Peng, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPRK bahwa Pemkab Aceh Utara akan menyelesaikan pembayaran utang Rp220 miliar itu pada tahun 2018. “Insya Allah, 2018, di murni dan perubahan (APBK), kita selesaikan semua,” ujar Wabup Aceh Utara.

Ditanya mengapa utang Pemkab Aceh Utara semakin besar, Sidom Peng mengatakan, “Penyebabnya begini: (pemerintah) pusat, ada anggaran-anggaran yang akan dibayar, ternyata di perjalanan setelah ketok palu (pengesahan APBK, red), rupanya ada pemotongan. Ada dari DAU (Dana Alokasi Umum), DID (Dana Insentif Daerah) juga ada. Jumlahnya (pemotongan) hampir Rp60 miliar”.

Catatan portalsatu.com, tahun 2016 lalu, pihak Pemkab Aceh Utara mengklaim memiliki utang/kewajiban yang harus dibayar dengan anggaran 2017 sekitar Rp138 miliar. (Baca: Belanja Aceh Utara Bertambah, Mengapa?)

Artinya, utang tahun 2017 yang harus dibayar pada 2018 jauh lebih besar dibandingkan kewajiban 2016 mesti dituntaskan di 2017.  Menurut Sidom Peng, utang atau kewajiban tahun 2016 yang harus dibayar pada 2017 antara lain anggaran untuk Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara terkait penyelenggaraan tahapan pilkada. “Nyan hana pat theun (itu tidak bisa ditahan/harus dibayar),” ujarnya.

Jika benar pemerintah pusat memangkas DAU dan DID untuk Aceh Utara tahun 2017 sekitar Rp60 miliar, lantas mengapa utang pemkab yang harus dibayar dengan anggaran 2018 mencapai Rp220 miliar? “Karena waktu kita anggarkan, mungkin kita ada dana-dana yang dikurangi (oleh pemerintah pusat). Dari situlah yang membengkak. Jadi, dari penganggaran 2017 itu kewajiban bertambah lagi. Seperti kewajiban (untuk penyelenggaraan) pilkada, itu tidak mungkin tidak ada (harus ada dana, red),” kata Sidom Peng.

Sidom Peng menambahkan, karena Pemkab Aceh Utara fokus membayar utang tahun 2017 dengan anggaran 2018, maka jumlah proyek tahun ini minim. “Proyek ada dari (dana transfer) provinsi, ada dari DAK. Mungkin dari APBK cuma kecil,” ujarnya.

Lalu, apa strategi Pemkab Aceh Utara ke depan agar “gali lubang tutup lubang” (utang tahun lalu bayar tahun ini) dalam beberapa tahun terakhir tidak terulang lagi di 2019? “Mungkin begini: kita jangan lagi terlambat (pembahasan rancangan anggaran) di kedua pihak (eksekutif dan legislatif). Artinya, kita harus duduk, makanya rancangan harus jelas, bulan empat (April) musrenbang, langsung kita anggarkan. Berapa ada PAD (pendapatan yang sudah pasti diterima Pemkab Aceh Utara, red), segitu kita anggarkan,” kata Sidom Peng.[](idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.