19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Direktur Eksekutif The Aceh Institute:
'Sikap Plt. Gubernur Aceh Menunjukkan Sindrom Sangat Elitis dan Ketakutan Berlebihan'

...

  • MUDIN PASE
  • 11 April 2019 15:30 WIB

Saiful Akmal. Foto: istimewa
Saiful Akmal. Foto: istimewa

BANDA ACEH - Direktur Eksekutif The Aceh Institute, Dr. Saiful Akmal, menilai Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menunjukkan sikap yang sama sekali tidak responsif dan lambat. Hal ini terkait unjuk rasa mahasiswa yang menolak  operasi PT EMM.

“Setelah dua hari berdemonstrasi dan jumlah yang terus bertambah, baru di hari ketiga ia datang dan menemui mahasiswa secara terbuka di depan Kantor Gubernur. Respons yang seharusnya ia tunjukkan lebih awal di hari pertama dengan membatalkan atau mempercepat kunjungannya ke Aceh Tengah atau dengan segera balik ke kantor merespons mahasiswa seusai membuka Musrenbang di Hotel Hermes,” ujar Saiful Akmal kepada portalsatu.com, Kamis, 11 April 2019.

Saiful Akmal melanjutkan, “Sikapnya (Plt. Gubernur Aceh) menunjukan sindrom sangat elitis dan ketakutan berlebihan atau kehati-hatian yang tidak pada tempatnya. Setelah mendapat tekanan tidak hanya dari mahasiswa, tapi juga dari elemen sipil dan masyarakat luas via aksi turun langsung ke lapangan maupun membanjiri kolom instgram dan sosmed, baru Plt., kemudian mulai mengeluarkan respons yang sudah terlanjur terlambat, karena mahasiswa sudah bentrok dengan aparat”. 

“Sebagai orang tua yang ingin ditemui anak-anaknya, Plt., harus tahu bahwa posisi publik yang ia amanahi sekarang tentu tidak akan serta merta tanpa kritik, protes dan ketidaksetujuan. Statement Plt., yang meminta mahasiswa harusnya berhadir ketika Musrenbang di Hotel Hermes ketika mahasiswa menunggunya di depan Kantor Gubernur tentu menjadi sangat antiklimaks. Apalagi diembel-embeli oleh pernyataan agar pimpinan kampus mendidik mahasiswa bagaimana cara menyampaikan aspirasi, dan jika benar malah membumbui lagi dengan itu bukan wewenang Pemda Aceh,” ujar Saiful Akmal.

Saiful Akmal menegaskan, Plt. Gubernur Aceh harus berani dengan tegas menunjukkan sikap seiramanya dengan mahasiswa dan rakyat Aceh. “Dan mencari cara memfasilitasi kebuntuan ini, dan bukan malah berlepas diri”. 

“Sikap dan kepastian dibutuhkan oleh rakyat di tengah polemik yang kian menjadi isu publik ditambah kesulitannya untuk ditemui atas nama kesibukan Plt.,” kata Saiful Akmal.

Menurut Saiful Akmal, alangkah indahnya jika Plt. Gubernur Aceh lah yang berinisiatif proaktif membangun komunikasi dan tidak pasif menunggu.

Diberitakan sebelumnya, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, akhirnya menjumpai massa mahasiswa yang berunjuk rasa di halaman depan Kantor Gubernur, Kamis, 11 April 2019. Nova melakukan itu setelah Kapolda Aceh, Irjen Pol. Rios S. Djambak, turun tangan untuk memfasilitasi.

Seperti diketahui, ribuan mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh sejak Selasa, 9 April 2019. Mereka menolak perusahaan tambang, PT EMM beroperasi di Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Unjuk rasa seribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh pada hari pertama berakhir rusuh. Mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya dengan jumlah massa lebih banyak, Rabu hingga Kamis (hari ini). (Baca: Kapolda Turun Tangan, Plt. Gubernur Aceh Akhirnya Jumpai Mahasiswa)[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.