24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sikundo yang Tersisih Kini Dilirik

...

  • Rino
  • 13 March 2019 21:50 WIB

Rombongan Dinas Sosial Aceh berkunjung ke Desa Sikundo, Rabu, 13 Maret 2019. Foto Rino
Rombongan Dinas Sosial Aceh berkunjung ke Desa Sikundo, Rabu, 13 Maret 2019. Foto Rino

ACEH BARAT - Masih ingat Sikundo? Desa terpencil di Kecamatan Pante Ceureumeun, Kabupaten Aceh Barat, ini sempat viral karena aktivitas warga menggunakan jembatan sling atau dua tali baja yang di bawahnya terdapat sungai berarus deras sempat gencar diberitakan.

Pemerintah Aceh tampaknya kini mulai menggenjot pembangunan di desa yang berada dalam wilayah belantara hutan Ulu Masen dan berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kabupaten itu. Dinas Sosial Aceh ada wacana membangun Komunitas Rumah Adat (KAT) di desa tersebut.

Sebanyak 39 rumah KAT tipe 24 dikabarkan tidak lama lagi akan berdiri di tempat itu, dengan rincian 30 unit di Dusun Durian, dan 9 unit di Dusun Sara Saree. Pihak terkait baru saja berkunjung ke Sikundo.

"Yang pastinya, untuk Sikundo akan dilakukan juga peletakan batu pertama untuk pembangunan 39 rumah KAT oleh Plt. Gubernur Aceh. Untuk waktu kita upayakan secepatnya," ujar Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, saat mengunjungi Desa Sikundo bersama rombongan, Rabu, 13 Maret 2019.

Pembangunan di Desa Sikundo akan melibatkan seluruh dinas terkait. Hal ini demi mempercepat progres pembangunan semua lini di desa tersebut. "Seperti Dinas Pendidikan. Barangkali juga perlu melihat tentang kondisi pendidikan di sini. Dinas Kesehatan untuk memeriksa kesehatan warga di sini, begitu juta Dinas PUPR, Perkim dan Pengairan. Mungkin ketiga-tiganya nanti akan ikut bersama Plt. Gubernur, kemudian perkebunan dan pertanian, siapa yang cocok sehingga masyarakat di sini betul-betul mandiri," kata Alhudri.

Alhudri menampik jika inisiatif tersebut karena kondisi desa terpencil itu belakangan menjadi sorotan sampai tingkat nasional. Melainkan, sudah direncanakan sejak lama.

"Sekali lagi kami tegaskan, kegiatan ini memang sudah diprogramkan. Cuma kemarin kami tanya kembali ke Plt. Gubernur kemana yang cocok dan beliau mengatakan, masukkan ke Aceh Barat, tepatnya ke Desa Sikundo," ucap Alhudri.

Alhudri menambahkan, program KAT tidak sebatas membangun rumah saja. Selama 2-3 tahun warga setempat akan diberi sejumlah bantuan seperti jatah hidup, alat-alat pertanian, bahkan jika memungkinkan, juga diberi ternak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek, yang ikut dalam rombongan mengakui Sikundo sebelumnya adalah desa yang terisolasi. Namun, pembangunan di desa itu tengah gencar dilakukan.

"Jika sebelumnya masyarakat menggunakan jembatan tali yang menghubungkan antara Sikundo dengan Gampong Jambak, sekarang sudah dibangun jembatan gantung yang bisa dilalui kendaraan empat roda," ujar Dadek.

Minta segera terealisasi

Kepala Desa Sikundo, Ahmad Juhari, berharap wacana tersebut segera terealisasi. Menurut dia, warga Desa Sikundo sangat membutuhkan rumah yang dijanjikan tersebut.

"Selain itu kita juga meminta Pemerintah Aceh untuk membantu bidang perekonomian masyarakat seperti pertanian, dan juga transportasi," ujar Juhari.

Desa Sikundo memiliki luas wilayah 12 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 138 orang dari 39 kepala keluarga (KK). Masyarakat setempat rata-rata tercatat sebagai warga miskin dengan mata pencaharian bertani; kopi, nilam, jengkol, dan kacang tanah.

Masih menggunakan jembatan sling?

Saat ini, akses antara Dusun Durian dan Sara Saree, Desa Sikundo masih dua tali baja atau jembatan sling. Kondisi ini masih sama persis seperti pemberitaan di media massa, termasuk portalsatu.com--terkait kondisi memprihatinkan di desa itu.

Namun, Pemerintah Aceh berjanji akan membangun jembatan penghubung antardusun tersebut tahun ini. Itu kata Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudiri. "Jembatan ini akan dibangun oleh Pemerintah Aceh tahun ini," katanya.

Sebagai catatan, berita jembatan tali baja atau sling di Desa Sikundo viral sejak fotografer salah satu media asing meliput ke situ pada 2 Februari 2019. Fotografer memotret sejumlah ibu-ibu dan seorang bocah sedang menyebrang sungai melalui dua utas kabel yang di bawahnya terdapat sungai berarus deras.

Beberapa hari kemudian, sejumlah wartawan lokal dan nasional ramai-ramai meliput ulang. Sejak saat itu, Desa Sikindo menjadi sorotan nasional.

Kabar tersebut sampai ke telinga Plt. Gubernur Aceh. Melalui akun twitter, Kamis, 7 Februari 2019, Nova menyebut berita jembatan kabel di Desa Sikundo tidak update. Namun belakangan, Nova menghapus cuitan tersebut karena disentil netizen.

Pemerintah Aceh bahkan menduga gambar yang diambil wartawan saat meliput kondisi desa paling ujung Kabupaten Aceh Barat itu tidak menyeluruh. Ini menyebabkan visual yang ditayangkan tak mewakili kondisi sebenarnya di lapangan. Padahal, katanya, pemerintah sudah membangun jembatan gantung untuk menggantikan jembatan tali baja atau sling pada tahun 2018.

Jembatan gantung yang dimaksud sejatinya jembatan penghubung antara Desa Sikundo-Jambak, bukan penghubung antardusun. Pun demikian, kendati digadang-gadang jembatan Sikundo-Jambak kelar dibangun tahun 2018, fakta di lapangan, pembangunannya masih dikebut hingga awal 2019.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.