26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


'Sinergisitas, Kunci Utama Membangun Aceh'

...

  • portalsatu.com
  • 25 March 2019 18:00 WIB

@Istimewa
@Istimewa

ACEH UTARA –  Politisi Partai Aceh, Tgk. Muharuddin, menilai pembangunan di Aceh guna mewujudkan Aceh yang makmur dan sejahtera hanya bisa dilakukan jika semua pihak di Aceh kompak dan ‘bergandengan tangan’ bersama-sama, tanpa membedakan latar belakang. Menurutnya, sinergisitas antara eksekutif dan legislatif, serta seluruh partai politik di Aceh baik lokal maupun nasional adalah kunci utama membangun Aceh.

“Gubernur Aceh dan DPRA harus kompak, Pemerintah Aceh dan DPRA juga harus kompak dengan wakil Aceh di DPR-RI, serta partai politik lokal juga harus kompak dengan partai politik nasional di Aceh. Sinergisitas Inilah kunci utama membangun Aceh untuk mewujudkan Aceh yang lebih makmur dan sejahtera,” kata Tgk. Muharuddin saat bersilaturahmi dengan warga Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara terkait pencalonannya sebagai Caleg DPR-RI Partai NasDem Daerah Pemilihan Aceh 2, Minggu malam (24/3/2019).

Saat ini, mantan Ketua DPR Aceh ini menjelaskan, para pemangku kepentingan di Aceh, khususnya eksekutif dan legislatif (Pemerintah Aceh dan DPRA), serta wakil-wakil rakyat Aceh di Senayan berjalan sendiri-sendiri. Hal itu, menjadi penghambat dan membuat tidak berjalannya pembangunan Aceh dalam segala sektor sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

“JIka dalam bekerja untuk rakyat kita masih mengedepankan ego pribadi, maka akan sulit membangun Aceh,” ungkapnya.

Untuk itu, Tgk. Muharuddin berharap siapapun para wakil rakyat yang terpilih nantinya, khususnya para wakil rakyat Aceh di Senayan (DPR-RI), dapat saling bahu-membahu serta bergandengan tangan bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh, khususnya dalam hal peningkatan perekonomian masyarakat Aceh.

“13 Anggota DPR-RI yang terpilih nantinya harus mengedepankan ke-Acehannya, meski mereka berasal dari partai politik berbeda, mereka harus membangun komunikasi yang baik dengan jajaran Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota di Aceh. Jika berbicara Aceh, maka semua harus kompak dan bersatu. Misalnya jika ada persoalan pendidikan, maka semua harus kompak datang bersama-sama ke kementerian mencari solusi penyelesaian masalah tersebut,” harapnya.

Selain itu, Tgk. Muharuddin juga berpesan ke masyarakat untuk dapat berpolitik cerdas, dengan tidak terpengaruh isu-isu hoax dan fitnah. Dia juga berharap masyarakat Aceh, khususnya Aceh Utara, tidak terpengaruh dengan selembar kain sarung, lalu menggadaikan hak pilihnya, dimana hal itu nantinya akan merugikan dirinya sendiri serta menghancurkan Aceh ke depannya.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban politik. Untuk itu, tentukan pilihan sesuai hati masing-masing dengan berikthiar kepada Allah SWT, dengan harapan para wakil-wakil rakyat Aceh yang terpilih nantinya adalah sosok yang betul-betul mementingkan dan berjuang untuk Aceh dan kemashalatan masyarakat,” ujar Tgk Muhar.

“Politik adalah alat silaturahmi, serta untuk meningkatkan ukhuwah. Jika politik bisa kita bina dan tata dengan baik, maka Insya Allah politik dapat menjadi ladang amal kita dan mengantarkan kita ke dalam surga. Namun jika kita salah dalam berpolitik, maka kita akan menjadi korban politik dan politik akan menghancurkan diri kita sendiri,” tambahnya.

Sementara itu terkait pencalonannya ke DR-RI setelah menjabat 2 periode di DPRA, Tgk. Muhar mengembalikan persoalan itu kepada masyarakat untuk menentukan pilihan sesuai hati masing-masing.

“Jika ditanya apa tujuan saya ke DPR-RI, maka saya hanya ingin menjadi ‘jembatan’ bagi Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota dalam hal menyelesaikan berbagai persoalan Aceh ke pusat. Untuk itu, mari kita berdoa bersama-sama kepada Allah SWT, jika Tgk. Muhar layak ke DPR-RI bermanfaat untuk Aceh serta agama, kita doakan terpilih. Namun sebaliknya, jika Tgk. Muhar menurut Allah tidak baik, tidak bermanfat untuk Aceh dan agama, maka kita doakan agar jangan terpilih,” tutup Tgk. Muhar.

Diharapkan kembali ke masyakat

Sebelumnya pada Minggu Sore, Tgk. Muharuddin juga bersilaturahmi dengan sejumlah masyarakat di Gampong Palon Gadeng, Kecamatan Dewantara serta para tokoh masyarakat Gampong Tambon Baroh, Aceh Utara.

Dalam pertemuan itu, para perwakilan tokoh masyarakat Gampong Paloh Gadeng berharap jika Tgk. Muharuddin terpilih nantinya ke DPR-RI, dapat kembali ke masyarakat. Warga Paloh Gadeng juga berharap Tgk. Muharuddin dapat membahas berbagai persoalan yang ada bersama masyarakat untuk diperjuangkan nantinya ke pusat.

Selain itu, warga Paloh Gadeng juga berharap Tgk. Muharuddin dapat memperhatikan sektor pertanian, dikarenakan mayoritas penduduk setempat menggantungkan hidupnya sebagai petani.

Menanggapi hal itu, Tgk. Muhar menegaskan dirinya tidak ingin berjanji apapun kepada masyarakat, dikarenakan hal itu nantinya akan mengecwakan masyarakat itu sendiri jika hal yang dijanjikan tidak terwujud.

“Saya belum duduk (terpilih) dan saya belum tahu nantinya jika terpilih ditempatkan di komisi mana. Maka dari itu, jika nantinya Allah mengizinkan dan masyarakat memberi kepercayaan Tgk. Muhar untuk duduk (terpilih sebagai Anggota DPR-RI), maka nanti baru kita duduk kembali bersama, untuk membahas apa-apa nantinya yang dapat diperjuangkan sesuai dengan tugas dan wewenang saya di sana,” pungkasnya.[](rilis)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.