20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Soal Orang Tua Calon Siswa Protes, Ini Penjelasan PT PIM Tentang PKBL

...

  • Fazil
  • 24 May 2018 22:10 WIB

Foto: ilustrasi. @alkahfi.or.id
Foto: ilustrasi. @alkahfi.or.id

ACEH UTARA - Pihak PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara, memberikan klarifikasi terkait berita bahwa orang tua salah seorang calon siswa baru dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PIM, melakukan protes terhadap hasil kelulusan yang diumumkan pada Selasa, 15 Mei 2018 lalu.

Humas PT PIM, Faisal Wardana, mengatakan, menyangkut persoalan itu hanya miskomunikasi saja. Dia mengakui memang benar bahwa PT PIM ada program beasiswa untuk siswa, di bawah program PKBL atau Corporate Social Responsibility (CSR).

"Program CSR itu lebih terarah dan tepat sasaran, sehingga yang dibutuhkan itu salah satunya adalah bidang pendidikan. Maka kebijakan dari manajemen untuk mencari anak-anak yang kurang mampu dan berprestasi dari enam gampong di seputaran lingkungan perusahaan PT PIM," kata Faisal Wardana, dikonfirmasi portalsatu.com, Kamis, 24 Mei 2018.

Gampong-gampong itu, di antaranya Tambon Baroh, Tambon Tunong, Krueng Geukueh, Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dan Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. 

Menurut Faisal, soal adanya kekeliruan dalam meng-input data, itu tidak benar. Sebelumnya pihak PT PIM sudah membuat kesepakatan dengan para geuchik dari enam gampong tersebut bahwa untuk masing-masing gampong itu dibutuhkan lima orang (calon siswa) yang kurang mampu dan berprestasi. Namun yang menilai kriteria dimaksud itu bukan pihak PT PIM, tetapi geuchik itu sendiri karena berdasarkan kesepakatan sebelumnya.

"Kita meminta kepada geuchik untuk mencari nama-nama calon siswa yang memang patut dibantu (kurang mampu) dan juga berprestasi. (Persoalan) ini karena miskomunikasi saja, karena jatah per gampong itu hanya lima orang, jadi tidak ada itu kesalahan input data setelah masuk ke kita (PIM)," ungkap Faisal.

Artinya, Faisal menambahkan, yang membangun komunikasi secara langsung adalah geuchik dengan peserta ataupun orang tua calon siswa dimaksud. Kemudian dari hasil itu, pihaknya hanya menerima berdasarkan nama-nama yang dipilih tersebut. Sedangkan nama yang bersangkutan (M. Ikbal) itu tidak termasuk dalam daftar pihak PIM. Itu disebabkan adanya miskomunikasi antara geuchik dengan orang tuanya saja. 

Menurut Faisal, tidak mungkin juga tercapai semuanya, karena program ini berkesinambungan dan untuk tahun depan akan dipilih lima orang lagi, sehingga bisa dijadikan program andalan untuk ke depan.

"Karena program beasiswa ini berkelanjutan melalui PKBL itu, intinya kita selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat bagi kurang mampu khususnya dilingkungan perusahaan," Faisal Wardana.

Sebelumnya diberitakan, orang tua dari salah seorang calon siswa baru dari PKBL PT PIM, Aceh Utara, melakukan protes terhadap hasil kelulusan yang diumumkan pada Selasa, 15 Mei 2018 lalu. Pasalnya, nama calon siswa atas nama Muhammad Ikbal (17), warga Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, dinyatakan tidak lulus, padahal sebelumnya sudah dinyatakan lulus dari hasil seleksi. Hal itu diungkapkan Kepala Dusun Rancong Baroe, Gampong Blang Naleung Mameh, Abu Rizal, dikonfirmasi portalsatu.com, Senin, 21 Mei 2018, sore.

Abu Rizal menjelaskan, mulanya ia diminta oleh geuchik gampong itu untuk mencari anak-anak guna didaftarkan untuk SMP dan SMA di PKBL PT PIM. Saat itu ia langsung membuat pengumuman di meunasah (surau) bahwa bagi masyarakat yang memiliki anak mempunyai nilai di atas rata-rata dari rangking 1 sampai 10, bisa mendaftarkan nama kepada dirinya untuk diberikan daftar nama ke pihak PT PIM melalui geuchik gampong.

"Ketika itu saya pun menemukan anak-anak yang dimaksud. Ada enam orang saya dapatkan, di antaranya empat orang untuk SMP dan dua orang untuk SMA termasuk yang bersangkutan (M. Ikbal). Setelah itu saya menyuruh mereka untuk mempersiapkan berkas pendaftaran hingga berhasil mendaftar. Lima hari kemudian mendapat kabar dari geuchik bahwa anak-anak disuruh mengikuti tes seleksi (Selasa, 8 Mei 2018 lalu)," kata Abu Rizal.

Abu Rizal melanjutkan, pada Selasa, 15 Mei 2018, diumumkan kelulusan para calon siswa tersebut. Saat itu yang memberikan informasi pengumuman kepada dirinya yaitu geuchik gampong, sekaligus untuk mendaftarkan ulang bagi calon siswa yang lulus itu. Lalu, ia langsung memberitahukan kepada masing-masing orang tua calon siswa untuk segera mendaftar ulang.

"Akan tetapi setelah proses pendaftaran ulang tersebut, saya mendapatkan kabar dari Tuha Peut Gampong bahwa salah seorang calon siswa gampong kita dinyatakan tidak lewat (lulus) yaitu saudara M. Ikbal. Hal ini untuk bisa disampaikan kepada orang tuanya (M. Nuryahya). Setelah mendapat kabar itu kemudian saya langsung menemui orang tua M. Ikbal untuk memberitahukan mengenai hal dimaksud," ujar Abu Rizal.

Menurut Abu Rizal, M. Nuryahya pun terkejut saat mendengar kabar tersebut. Abu Rizal menyarankan kepadanya untuk mengecek langsung ke pihak PKBL PT PIM mengapa tidak lulus, karena sebelumnya sudah dinyatakan lulus dan secara tiba-tiba sudah berubah lagi (tidak lulus). "Beliau langsung menjumpai pihak PKBL tersebut untuk mempertanyakan persoalan itu. Menurut mereka (PKBL), tidak lulus karena ada kekeliruan dalam meng-input data (nilai) yang bersangkutan, dan ternyata nilai M. Ikbal tidak mencukupi dikarenakan nilai rendah," ujar Abu Rizal.

"Akan tetapi saya tidak mengetahui secara pasti berapa nilai rata-rata yang dibutuhkan. Alasan pihak PKBL bahwa ada kesilapan data sehingga tanpa disengaja mengeluarkan pengumuman kelulusan bagi calon siswa itu (M. Ikbal). Padahal, dia sebelumnya mendapat rangking saat lulus dari SMP Islam Pase Blatuphat, tapi saya lupa rangking berapa yang didapatkan. Yang jelas di antara rangking 1 hingga 10 termasuk Ikbal," ujarnya.

Abu Rizal menambahkan, pihaknya sudah menjumpai pihak PKBL pada Senin, 21 Mei 2018, dengan tujuan menanyakan perihal tersebut. Jawaban pihak PKBL, kata Abu Rizal, M. Ikbal tidak bisa dibantu. Sehingga, keluarga M. Ikbal tidak menerima hasil keputusan tersebut. (Baca: ‘Usai Dinyatakan Tidak Lulus, Orang Tua Calon Siswa Protes ke PT PIM’).[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.