18 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Soal Raqan Mengatur Poligami di Aceh, Ini Kata Mendagri

...

  • PORTALSATU
  • 09 July 2019 15:00 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. ANTARA/Nova Wahyudi
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. ANTARA/Nova Wahyudi

BOGOR – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan pemerintah Aceh harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengesahkan rancangan qanun (raqan) atau peraturan daerah terkait poligami.

“Ya, apapun setiap daerah untuk menyusun perda [peraturan daerah], termasuk Aceh, kan, masih ada dua termasuk soal bendera juga, kan, tetap dikonsultasikan dengan pusat,” kata Tjahjo Kumolo di Istana Bogor, 8 Juli 2019.

Secara umum, dia menekankan pengesahan perda merupakan hak tiap daerah. Tetapi, jika perda tersebut melibatkan hal yang sensitif, maka perda itu bisa digugat ke Mahkamah Agung dan Kemendagri berhak mencabutnya.

Namun, dia mempertanyakan alasan di balik wacana pengaturan poligami yang diakuinya belum cukup kuat.

Dia mencontohkan, pemerintah sudah memberikan kemudahan pencatatan akte kelahiran bagi anak hasil dari perkawinan poligami sehingga tidak ada urgensi lain untuk memperlonggar pernikahan poligami.

“Tapi begini, ya, tahun 2014 itu orang yang punya akta kelahiran hanya 31 persen. Sekarang dengan mempermudah akses mempunyai akses sekarang mencapai 91 persen. Ternyata mayoritas orang yang tidak mengusulkan anaknya punya akte kelahiran karena faktor nikah siri,” tekannya.

Seperti diketahui, pemerintah dan DPR Aceh sedang membahas rancangan qanun tentang hukum keluarga yang salah satu isinya mengatur soal praktik poligami. Alasan qanun itu dibuat adalah maraknya nikah siri yang terjadi pada pasangan poligami.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menekankan bahwa pernikahan poligami adalah sah di mata hukum Indonesia.

“Jadi, kalau judulnya legalisasi poligami itu kita harus klarifikasi terlebih dahulu memangnya selama ini poligami gak legal? Di UU [Nomor] 1 [Tahun] 74 kan sebenarnya sudah ada beberapa ketentuan, tapi kita akan dalami isinya seperti apa,” ujarnya.

Reporter: Amanda Kusumawardhani.[]Sumberbisnis.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.