17 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Soal Saling Sindir Jokowi-Prabowo, Ini Kata Haedar

...

  • REPUBLIKA
  • 13 April 2018 16:30 WIB

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. @Republika/ Yasin Habibi
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. @Republika/ Yasin Habibi

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir, menanggapi saling sindir antar Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto akhir-akhir ini. Menurut Haedar, sindir-menyindiri merupakan bumbu-bumbu demokrasi.

Haedar mengatakan, saling sindir tersebut merupakan sebuah dialektika dan retorika politik. Namun, Haedar meyakini, keduanya mempunyai pikiran, jiwa serta sikap seorang negarawan.

"Rakyat jangan terlalu sensitif pada hal-hal sifatnya dialektika dan dialog retorika politik," ujar Haedar usai halaqah kebangsaan, di Gedung Pusat Dakwah, Jakarta, kemarin.

Pasalnya, Haedar menegaskan, dialektika dan retorika politik merupakan bumbu dalam dunia demokrasi. Meskipun, Haedar mengingatkan agar proses dialektika tersebut tetap pada jalur yang benar.

Haedar meyakini, Jokowi maupun Prabowo merupakan tokoh yang mampu memberikan suasanan positif, kondusif dan produktif dalam kehidupan demokrasi. Walaupun selama ini seringkali saling mengkritik.

"Hal paling penting bagaimana tetap berkonsentrasi dalam suasana yang saling menunjukkan kenegarawanan," kata Haedar.

Terkait sikap Muhammadiyah pada Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019, kata Haedar, Muhammadiyah tidak akan masuk ke ranah dukung mendukung. Muhammadiyah akan tetap berperan sebagai organisasi kemasyarakatan.

Dalam halaqah tersebut, Haedar menyebut, para pimpinan partai bersepakat memperbaiki sistem demokrasi. Bahkan mereka juga bertekad menghilangkan biaya politik yang tinggi.

Pada saat yang sama, mereka juga ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat agar menjadikan partai politik sebagai sarana agregasi kepentingan dan suara rakyat.[] Sumber: republika.co.id/Rahmat Fajar

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.