22 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Sosialisasi Cegah Kaki Gajah, Siswa di Sekolah Ini Minum Obat Serentak

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 07 November 2019 23:00 WIB

Sosialisasi pencegahan penyakit kaki gajah. Foto istimewa
Sosialisasi pencegahan penyakit kaki gajah. Foto istimewa

LHOKSUKON - Siswa MAN 4 Aceh Utara di Kecamatan Matangkuli, Kamis, 7 November 2019 mengikuti sosialisasi tentang eliminasi atau pencegahan penyakit kaki gajah (Filariasis) di Aula sekolah setempat. Dalam kegiatan tersebut, para siswa secara serentak minum obat yang dibagikan petugas Puskesmas Matangkuli.

PJ UKM Puskesmas Matangkuli, Ners Halimah, S.Kep menyampaikan, salah satu penyebab penyakit kaki gajah adalah gigitan nyamuk Anopheles, yaitu jenis nyamuk yang mampu membawa cacing filaria. 

Dijelaskan, terdapat tiga spesies cacing filaria, masing-masing, Wuchereria Brancofti, Brugia Malayi, dan Brugia Timori. Cacing ini berukuran sangat kecil dengan bentuk menyerupai benang yang bisa hidup di dalam saluran getah bening selama 4 sampai 6 tahun. 

Cacing ini kemudian berkembang biak di dalam tubuh dan menghasilkan jutaan anak cacing yang beredar di dalam darah dan menyumbat, sehingga mengakibatkan pembengkakan bagian tubuh yang sering dikenal dengan nama penyakit kaki gajah. Penyakit itu ditularkan dari seseorang yang dalam darahnya terdapat anak cacing (mikrofilaria) kepada orang lain melalui gigitan nyamuk.

"Gejala yang ditimbulkan berupa demam berulang 1 sampai 2 kali atau lebih dalam sebulan, selama 3-5 hari. Demam bisa sembuh meskipun tanpa mengkonsumsi obat. Kemudian timbul benjolan dan terasa nyeri pada lipatan paha atau ketiak, bisa juga timbul bisul hingga pecah mengeluarkan nanah atau darah. Cara mengetahui seorang menderita penyakit Kaki Gajah dengan memeriksa darah," ujar Halimah.

Ia menyebutkan, encegahan penyakit kaki gajah di Aceh Utara harus disosialisaikan secara berantai oleh puskesmas dan pihak sekolah. "Penyakit ini juga bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu saat tidur, menguras atau menutup rapat tempat-tempat penampungan air, membersihkan genangan air yang dapat menjadi perkembangbiakan nyamuk, dan meminum obat pencegahan penyakit kaki gajah," ucap Halimah.

Kata Halimah, kegiatan pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah secara gratis diadakan setiap tahun dan tahun ini merupakan tahun kelima diadakan kegiatan tersebut. 

Selain pemberian obat Kaki Gajah secara gratis, pihak Puskesmas Matangkuli juga memberikan tablet tambah darah, khusus untuk siswi. Hal ini dilakukan agar siswi bisa lebih berstamina dalam melaksankan kegiatan di sekolah.

"Kita harapkan dengan adanya sosiaslisasi pembagian obat ini, penyakit gajah dapat diantisipasi. Karena penyakit kaki gajah bisa menyerang siapa pun, baik orang tua maupun anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara, dan alat kelamin," terang Halimah.

Kepala MAN 4 Aceh Utara, Faisal, S.Ag., M.Pd mengatakan, "Alhamdulillah, hari ini telah terlaksana kegiatan pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah kepada seluruh siswa MAN 4 Aceh Utara, mulai kelas 10 sampai kelas 12. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama pihak sekolah dengan Puskesmas Matangkuli."

Ketua OSIM, Murzani menuturkan, para siswa sangat mengapresiasi kedatangan petugas Puskesmas Matangkuli ke sekolah untuk melakukan kegiatan sosialisasi dan pemberian obat pencegahan kaki gajah. "Selain mendapatkan manfaat, kami juga mendapat pengetahuan tentang penyakit kaki gajah berikut cara pencegahnya,” ucap Murzani.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.