12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


TA Khalid Sesali Pernyataan Mahfud MD Terkait Korban Corona

...

  • portalsatu.com
  • 28 May 2020 16:30 WIB

Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid @google
Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid @google

Kurang wajar dan tidak etis menjadikan Covid-19 sebagai bahan candaan, apalagi menyamakannya dengan perempuan, terlepas apapun motif dan tujuan di baliknya.

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) asal Aceh TA Khalid meminta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tidak melukai hati rakyat dengan pernyataan-pernyataan kontroversial.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI tersebut terkait dengan pernyataan Mahfud MD yang menganologikan pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) seperti sosok istri yang sulit ditaklukkan serta menyebut jumlah korban jiwa kecelakaan 9 kali lebih banyak dari Covid-19.

"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, sungguh saya sangat menyesali meme serta pernyataan itu berasal dari seorang Profesor Mahfud MD, baik sebagai pribadi beliau, apalagi dalam kapasitas sebagai Menko Polhukam," ujar TA Khalid, Kamis, 28 Mei 2020.

TA Khalid menilai kurang wajar dan tidak etis menjadikan Covid-19 sebagai bahan candaan, apalagi menyamakannya dengan perempuan, terlepas apapun motif dan tujuan di baliknya. Karena di sisi lain, ada jutaan kaum perempuan yang tersinggung perasaannya. Hal ini juga mengurangi empati rakyat yang sedang bergantung harapan pada pemerintah untuk bisa segera keluar dari krisis bencana Covid-19 ini.

"Hemat saya, sangat tidak etis corona jadi bahan candaan, apalagi menempatkan perempuan sebagai objek analogi terhadap pandemi. Hal ini dapat mengurangi empati rakyat, khususnya kaum perempuan yang tersinggung perasaannya dengan meme tersebut,"  tegas Ketua DPD Partai Gerindra Aceh itu.

Hal sama juga diutarakan TA Khalid atas pernyataan Mahfud MD yang menyebut jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas 9 kali lebih banyak dari Covid-19. Menurut TA Khalid, jika estimasi itu benar sekalipun, namun sangat tidak pantas disampaikan.

“Kita tahu maksud dari Pak Mahfud itu agar rakyat tidak takut berlebih, tapi jadinya beliau terkesan meremehkan jumlah korban Covid-19 yang telah melebihi 23 ribu dan ribuan di antaranya meninggal saat ini. Pernyataan beliau bisa melukai hati rakyat khususnya para keluarga korban di seluruh Indonesia," tambah TA Khalid.

Terkait dengan kedua hal itu, TA Khalid mengungkapkan keheranan dan rasa tidak percayanya atas apa yang dilakukan Mahfud MD. Bahkan ia menyebut jika Menko Polhukam tersebut mungkin sedang dilanda rasa lelah dengan krisis bencana pandemi yang tengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

"Sejatinya saya secara pribadi merasa heran dan masih kurang percaya kedua hal tersebut di atas dilakukan Prof Mahfud. Sehingga saya berfirasat mungkin saja beliau sedang lelah atas kondisi saat ini dan butuh istirahat," pungkas TA Khalid.[**]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.