22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tanggapi Penjelasan Zubir HT, Pasee Institute: Jika Tak Ada Dana, Mengapa Dipaksakan ke Solo

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 07 October 2018 21:00 WIB

Direktur Pasee Institute, Fadel Aziz Pase. @istimewa
Direktur Pasee Institute, Fadel Aziz Pase. @istimewa

LHOKSUKON - Pasee Institute mengapresiasi pernyataan Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara, Zubir HT., terkait studi banding tim Pansus Tata Tertib ke Solo, Jawa Tengah.

Pernyataan itu ditulis di dinding akun Facebook Zoebir Ht., milik Zubir HT., Sabtu, 6 Oktober 2018. Dalam penjelasan tersebut, disebutkan tim Pansus Tatib DPRK Aceh Utara berangkat ke Solo menggunakan uang pribadi.

"Dalam rapat terakhir, melalui kesepakatan bersama beberapa anggota pansus bersepakat tetap melaksanakan perjalanan kerja ke kota solo dengan menggunakan sumber anggaran pribadi agar proses penyusunan tatib tidak terhenti," tulis Zubir. (Baca selengkapnya: Terbang ke Solo Usai Dikukuhkan, Ini Penjelasan Zubir HT Wakil Ketua DPRK Aceh Utara)

Menanggapi pernyataan itu, Direktur Pasee Institute, Fadel Aziz Pase, kepada portalsatu.com, Minggu, 7 Oktober 2018, menyebutkan, dirinya merespons positif penjelasan disampaikan Zubir HT.  Namun, Fadel mempertanyakan, mengapa dipaksakan jika tidak tersedia dana perjalanan dinas untuk terbang ke Solo?

“Jika studi banding dilakukan sekadar untuk mengumpulkan informasi, kemajuan teknologi dapat menjadi solusi yang tepat, cepat, dan murah, melalui fasilitas internet, telekonferensi, dan lain-lain. Anggota dewan dapat mengunjungi situs resmi lembaga yang akan dikunjungi dan bisa mendapatkan banyak informasi tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun,” ungkap Fadel.

Menurut Fadel, akses masuk terhadap informasi atau pengetahuan semestinya bisa dilakukan dengan memaksimalkan fungsi staf ahli DPRK atau berkonsultasi dan mendatangkan pakar. Sehingga tidak terkesan terlalu dipaksakan untuk studi banding ke luar daerah.

“Hal seperti ini semestinya harus diinisiasi oleh anggota dewan terhormat, berdayakan staf ahli dan datangkan para pakar. Ironisnya lagi, mereka sudah empat tahun lebih menjabat sebagai anggota dewan, tapi menyusun tatib saja kok masih harus belajar,” ungkap alumni Pascasarjana Ilmu Hukum Unpad tersebut.[]

Lihat pula: Anggota DPRK Aceh Utara Belajar Tatib ke Solo, Pasee Institute: Cara Dewan Melancong Gratis

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.