21 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Di Lhokseumawe
Temuan Anggota Dewan, Penganan Berbuka Dijual Sebelum Asar

...

  • PORTALSATU
  • 19 May 2018 00:05 WIB

Anggota DPRK Lhokseumawe, Jailani Usman. @dok. portalsatu.com
Anggota DPRK Lhokseumawe, Jailani Usman. @dok. portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Anggota DPRK Lhokseumawe, H. Jailani Usman, S.H., M.H., kembali menemukan para pedagang menjual penganan berbuka puasa sebelum waktu Asar. Jailani menilai hal itu terjadi karena masih lemahnya pengawasan dari Satpol PP dan WH.

“Saya melihat para pedagang kue-kue basah di Jalan Sukaramai menjual makanan itu jam tiga kurang lima belas  (14.45 WIB). Saat saya buka kaca mobil langsung ditanyakan, ‘mau kue apa, pak’,” ujar Jailani kepada portalsatu.com lewat telepon seluler, Jumat, 18 Mei 2018, sekitar pukul 15.05 WIB.

Jailani mengaku langsung menelepon Kepala Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Irsyadi, untuk memberitahukan  temuan tersebut. Pasalnya, berdasarkan seruan dikeluarkan Forkopimda Lhokseumawe, pedagang penganan berbuka puasa, baru dibolehkan berjualan usai Asar atau setelah pukul 16.00 WIB.

“Bulan puasa tahun lalu juga seperti ini, saya menemukan pedagang kue-kue basah di Jalan Sukaramai berjualan sebelum waktu Asar. Ternyata terulang lagi tahun ini sehingga sangat kita sesalkan. Ini terjadi karena masih lemahnya pengawasan dari pihak Satpol PP dan WH,” kata Jailani.

Baca juga: Temuan Anggota Dewan, Penganan Berbuka Puasa Dijual Pukul 14.40 WIB

Jailani berharap warga yang mencari rezeki dengan cara berjualan penganan berbuka puasa memiliki kesadaran untuk mematuhi imbauan Forkopimda Lhokseumawe. “Kita juga berharap agar Pemko Lhokseumawe melalui Satpol PP dan WH melaksanakan pengawasan secara maksimal, sehingga dapat mencegah maupun menertibkan pedagang yang membandel,” ujar anggota DPRK dari Partai Golkar ini.

Kepala Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Dr. Irsyadi, mengatakan, setelah menerima informasi dari anggota dewan itu, ia langsung menugaskan Tim Pengawasan Ramadan datang ke Jalan Sukaramai. “Saat itu Tim Pengawasan Ramadan sedang patroli ke lokasi lainnya. Setelah menerima telepon dari Pak Jailani, saya langsung mengarahkan tim ke Jalan Sukaramai,” kata Irsyadi dihubungi portalsatu.com, Jumat malam, usai salat Tarawih.

Irsyadi menjelaskan, berdasarkan seruan Forkopimda Lhokseumawe, para pegadang penganan berbuka puasa, baru boleh berjualan usai Asar. Sedangkan warung kopi termasuk kafe, kata dia, baru boleh dibuka usai salat Tarawih. Menurut dia, ada empat Tim Pengawasan Ramadan dengan titik konsentrasi pengawasan di pusat kota. Tim Pengawasan itu beranggotakan petugas Satpol PP dan WH, dibantu personel Polri dan TNI.

“Camat Banda Sakti dan Camat Muara Dua juga terlibat dalam Tim Pengawasan Ramadan. Tim ini setiap hari berpatroli dari pukul 13.00 WIB sampai selesai (Asar). Kemudian malam hari dari pukul 20.00 WIB sampai selesai Tarawih untuk mengawasi agar jangan ada warung yang buka sebelum selesai Tarawih. Karena personel kita terbatas, tidak kita tempatkan pada titik tertentu, tapi tim berpatroli,” ujarnya.

Dia menyebutkan, Tim Pengawasan Ramadan yang berpatroli pada Jumat malam, menemukan beberapa orang sedang minum kopi di sebuah warung di seputaran Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, saat masih berlangsung salat Tarawih. “Tim langsung mematikan listrik di dalam warung itu, sehingga orang-orang yang berada di sana akhirnya pergi,” kata Irsyadi.  

Irsyadi mengingatkan para pemilik warung kopi termasuk kafe agar tidak membuka tempat usaha sebelum selesai salat Tarawih. Pedagang penganan berbuka atau kue-kue basah, kata dia, juga tidak boleh berjualan sebelum waktu Asar. “Kita imbau kembali agar seruan Forkopimda benar-benar ditaati demi kebaikan bersama di bulan puasa ini. Jadi, kalau ada pedagang atau pemilik warung yang tidak salat Tarawih, janganlah menyediakan tempat untuk orang lain yang juga tidak salat Tarawih,” ujarnya.[](idg)    

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.