15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Temuan Kekosongan Guru Sekolah, Fraksi Abdya Bermartabat 'Semprot' Disdikbud Dalam Paripurna

...

  • PORTALSATU
  • 09 November 2018 23:00 WIB

Ismawati. Foto: dok. /istimewa
Ismawati. Foto: dok. /istimewa

BLANGPIDIE - Fraksi Abdya Bermartabat DPRK Aceh Barat Daya “semprot” Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat dalam sidang paripurna pengesahan Rancangan Qanun APBK 2019 terkait temuan kekosongan guru di sekolah.

“Kami Fraksi Abdya Bermartabat memberikan saran dan pendapat melalui pimpinan sidang paripurna terhadap beberapa persoalan temuan anggota DPRK beberapa waktu lalu tentang adanya kekosongan guru dan penempatan tugas tenaga pendidik yang tidak relevan,” ungkap Ismawati, anggota Fraksi Abdya Bermartabat.

Ismawati menyampaikan pernyataan tersebut mewakili Fraksi Abdya Bermartabat ketika membacakan pendapat akhir fraksi dalam sidang paripurna penutupan pembahasan dan pengesahan Rancangan Qanun APBK 2019, Jumat, 9 November 2018, sore.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRK Abdya, Zaman Akli didampingi Wakil Ketua I, Romy Saputra dan Wakil ketua II, Jismi, dihadiri sebanyak 23 dari 24 anggota dewan Abdya. Turut hadir Wakil Bupati Abdya Muslizar MT., Kapolres Abdya AKBP, M. Basori, perwakilan Kodim 0110, Kejaksaan Negeri, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala SKPK dan para Camat se-Kabupaten Abdya.

“Seperti Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Setia. Guru yang mengajar di sekolah itu hanya tiga orang. Begitu juga dengan sekolah-sekolah lainnya. Ini menjadi catatan khusus bagi Dinas Pendidikan Abdya,” ungkapnya.

Ismawati mengatakan, persoalan kekurangan guru di sekolah-sekolah tersebut sudah pernah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya. "Tetapi, sampai saat ini dinas terkait belum juga menangapinya,” ujarnya.

Fraksi Abdya Bermartabat berharap, sebelum memasuki tahun anggaran 2019, dinas terkait harus mengisi guru pada sekolah-sekolah yang minim tenaga pengajar tersebut, supaya proses belajar mengajar tidak terhambat.

Selain itu, kata dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdya juga harus mempertimbangkan dalam penempatan guru di sekolah-Sekolah. Jarak tempuh guru ke sekolah harus disesuaikan dengan jarak rumahnya agar perjalanan tenaga pendidik ke sekolah tidak memakan waktu lama.

Beri apresiasi

Sebelumnya Fraksi Abdya Bermartabat memberikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran yang berada di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya.

Menurut Ismawati, meskipun minimnya fasilitas dimiliki tim pemadam kebakaran telah mampu menyelamatkan ratusan miliar anggaran masyarakat pasar kota Blangpidie ketika "si jago merah" mengamuk di kawasan kota itu beberapa waktu lalu.

“Ini perlu kita berikan apresiasi, karena dengan perlengkapan seadanya, tim pemadam Abdya berhasil memadamkan api ketika membakar toko di Jalan Haji Ilyas Pasar Kota Blangpidie beberapa waktu lalu,” katanya.

Oleh karena itu, Fraksi Abdya Bermartabat mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk melengkapi kebutuhan tim pemadam kebakaran, terutama baju pelindung antiapi dan lain-lainya yang dibutuhkan petugas dalam menjinakkan "si jago merah" ketika mengamuk.

“Ketika api mengamuk, tim pemadam bertempur. Mereka itu bertempur tanpa mengharapkan jasa besar demi untuk menyelamatkan orang banyak. Ini perlu perhatian kita bersama,” sebut politikus Partai Demokrat itu.[](Suprian)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.