26 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Temui Kajati Aceh, MaTA dan Warga Pertanyakan Pengusutan Kasus Paya Tieng

...

  • PORTALSATU
  • 23 January 2020 18:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) bersama perwakilan masyarakat Gampong Paya Tieng menjumpai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Asintel dan Kasi Penkum Kejati Aceh di Kantor Kejati Aceh, Kamis, 23 Januari 2020. Pertemuan ini guna mempertanyakan proses kelanjutan pengusutan kasus dugaan korupsi dana desa di Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, yang telah dilaporkan pada 13 Desember 2019 

"Pada pertemuan tersebut, Mukhlis, Asisten Intelijen Kejati Aceh, mengungkapkan bahwa kasus yang telah dilaporkan oleh perwakilan masyarakat ini akan ditindaklanjuti. Dalam kesempatan itu, Asintel sekilas menyampaikan bahwa kasus ini akan diteruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jantho untuk diproses," kata Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA, Baihaqi, melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Kamis sore.

Sebagai informasi, pada Desember 2019, MaTA mendampingi warga Gampong Paya Tieng melaporkan kasus dugaan korupsi ke Kejati Aceh. Laporan dugaan korupsi yang disampaikan ini terkait indikasi penyimpangan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2016 di gampong setempat.

Dalam laporan disampaikan, Munawar dan Darma, warga Paya Tieng, meminta kepada Kejati Aceh untuk menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum berlaku. Sehingga memberi pembelajaran kepada aparatur gampong dalam mengelola dana desa. Selain itu, menjadikan laporan ini sebagai pintu masuk untuk mengungkap kasus-kasus dugaan korupsi lainnya.

"Potensi kerugian yang timbul dalam kasus ini mencapai Rp119.376.000 yang diduga kuat melibatkan sejumlah oknum aparatur gampong setempat. Berdasarkan hasil pemantauan terhadap penggunaan anggaran desa tahun 2016, ditemukan sejumlah kegiatan yang diduga fiktif. Artinya, dalam laporan pertanggungjawaban beberapa kegiatan terealisasi 100 persen, tetapi barang-barang tersebut tidak ditemukan di lapangan," ungkap Baihaqi mengutip laporan warga.

Selain mempertanyakan kelanjutan pengusatan kasus tersebut, MaTA juga meminta kepada Kejati Aceh untuk menelusuri adanya dugaan korupsi penggunaan dana desa di Pulo Bunta, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. 

Baihaqi berharap, informasi yang disampaikan MaTA ini ditindaklanjuti Kejati Aceh secara serius. "Jangan sampai anggaran desa yang setiap tahunnya dikucurkan untuk Pulau Bunta menguap begitu saja tanpa ada output dan outcome yang bermanfaat untuk masyarakat," tegasnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.