23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Terdakwa Pembunuhan Suami Istri di Banda Aceh Dituntut Hukuman Seumur Hidup

...

  • ANTARA
  • 11 September 2019 17:40 WIB

Iskandar, terdakwa pembunuhan suami istri, saat mengikuti sidang dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (11/9/2019). Terdakwa Iskandar dituntut hukuman seumur hidup. Antara Aceh/Ampelsa
Iskandar, terdakwa pembunuhan suami istri, saat mengikuti sidang dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (11/9/2019). Terdakwa Iskandar dituntut hukuman seumur hidup. Antara Aceh/Ampelsa

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh menuntut, Iskandar, terdakwa pembunuhan suami istri yang juga majikannya, dengan hukuman seumur hidup. Tuntutan tersebut dibacakan JPU Yudha Utama Putra dalam sidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh di Banda Aceh, Rabu, 11 September 2019, dengan majelis hakim diketuai Eti Astuti.

Terdakwa Iskandar yang hadir ke persidangan mengenakan rompi oranye tanpa didampingi penasihat hukumnya. Sebelumnya, saat sidang pembacaan dakwaan, terdakwa Iskandar hadir didampingi penasihat hukumnya, Ramli Husein.

JPU Yudha Utama Putra mengatakan, terdakwa Iskandar terbukti bersalah melanggar Pasal 380 KUHP tentang pembunuhan berencana seperti dalam dakwaan primair. "Hal memberatkan, terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain. Tidak ada hal meringankan dari perbuatan terdakwa tersebut," kata JPU Yudha Utama Putra.

Sebelumnya, JPU mendakwa terdakwa telah menghilangkan nyawa suami istri, M. Nasir dan Roslinda, di sebuah warung nasi di Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, pada 26 Februari 2019, sekira pukul 02.40 WIB.

Terdakwa membunuh kedua korban setelah berhasil mencongkel pintu kamar tidur korban. Usai membunuh, terdakwa sempat melarikan diri ke rumah kosong. Di rumah tersebut, terdakwa mandi dan mengganti pakaiannya yang berlumuran darah. Terdakwa meninggalkan rumah kosong tersebut menuju jalan raya dengan maksud pulang ke kampung di Panton Labu, Aceh Utara.

"Pada saat terdakwa sedang berjalan menjauhi lokasi kejadian, kemudian polisi yang berpakaian preman menangkap terdakwa dan membawa terdakwa ke kantor polisi," kata JPU.

Sidang dilanjutkan Rabu pekan depan dengan agenda mendengarkan pledoi atau nota pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya.

Reporter: M Haris Setiady Agus.[]Sumberantaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.